PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

158
Polres Parepare, Penyelundupan Narkoba
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengadilan Negeri (PN) Makassar, melalui Humasnya, Bambang Nurcahyono akhirnya angkat bicara perihal vonis bebas majelis hakim terhadap bandar 3,4 kilogram sabu, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid.

“Oh benar sudah, tanggal 8 (Januari 2019) kemarin yah si Kijang divonis bebas,” ujar Bambang membenarkan vonis bebas majelis hakim saat dikonfirmasi Sulselsatu, Selasa (12/2/2019) petang.

Bambang pun membeberkan sejumlah pertimbangan majelis hakim sehingga menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa Kijang.

“Itu empat orang saksi, di mana keempat saksi itu tidak menunjuk arah perbuatan si terdakwa, begitu. Itu menurut pertimbangan majelis hakim,” ujarnya.

Selain itu, dari fakta persidangan dianggap tidak cukup bukti untuk menjerat terdakwa.

“Ya udah, gimana orang kalau nda cukup alat bukti yang digelar ya hakim bingung kan,” ujar dia.

Sebelumnya, empat pria yang ditangkap Polres Pinrang pada 2016 lalu mengatakan bahwa 3,4 kilogram sabu tersebut merupakan milik Kijang. Sehingga Kijang pun DPO dan ditangkap Polda Sulsel pada Mei 2018 lalu.

Para saksi itu masing-masing adalah Edy alias Wilo bin Abdul Rahman (31), Abdul Rahman (35), serta dua aparat Kepolisian yang juga terlibat kasus narkoba ini, yakni Supardi (31) Edi Candra (36). Mereka divonis 16 tahun penjara di PN Pinrang.

Namun sejumlah fakta baru terungkap saat sidang kasus Kijang bergulir di PN Makassar. Keempat pria yang sebelumnya menunjuk Kijang sebagai pemilik sabu, 3,4 kilogram sabu tersebut bukan milik Kijang, melainkan milik pria bernama Puang Salihin yang juga sempat diproses Polres Pinrang namun dilepas karena tidak cukup bukti saat itu.

Puang Salihin diketahui berhasil memperdaya para saksi untuk menunjuk Kijang sebagai pemilik sabu dengan imbalan bakal menanggung biaya hidup para saksi beserta keluarganya. Namun Salihin tidak menepati janjinya itu serta malah menghilang sehingga para saksi berang dan mencabut keterangannya.

Fakta sidang tersebut lah yang membuat majelis hakim memvonis bebas terdakwa Kijang pada Selasa, 8 Januari 2019 lalu.

Berikut bunyi pertimbangan majelis hakim yang diketuai Rika Mona Pandegirot selaku hakim ketua, serta Cening Budiana dan Aris Gunawan selaku hakim anggota:

“Menimbang bahwa dari fakta hukum yang terungkap di persidangan terutama saksi Edy, Ilo, Mustafa Awing yang merupakan narapidana dalam perkara narkotika di Pinrang yang perkaranya sudah diputus dengan hukuman 16 tahun.

“Dalam berita acara penyidikan menerangkan bahwa barang bukti yang dihadirkan dalam perkara para saksi milik terdakwa dan terdakwa adalah bos dari saksi-saksi namun dalam persidangan, saksi-saksi telah mencabut keterangannya dalam BAP tersebut khusus tentang kepemilikan barang bukti bukanlah milik terdakwa tapi milik Puang Salihin yang pada saat itu juga sempat diamankan bersama saksi-saksi dan saksi-saksi juga sudah membuat surat pernyataan yang diserahkan di persidangan.”

“Menimbang bahwa saksi-saksi menunjuk atas perintah dari Puang Salihin yang keberadaannya tidak diketahii lagi dimana. Dan saksi-saksi tega menunjuk terdakwa karena dijanjikan biaya hidup saksi-saksi dan keluarga akan ditanggung Salihin tapi setelah proses persidangan selesai Salihin tidak pernah memenuhi janjinya,” demikian putusan majelis hakim.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Ungguli Akbar Faisal di Maros, Tim Optimis SYL ke Senayan

SULSELSATU.com, MAROS - Ketua Tim Syahrul Yasin Limpo (SYL)...

Amran Hadiri Pengundian BRI Simpedes Cabang Sengkang

SULSELSATU.com, SENGKANG - Wakil Bupati Wajo Amran menghadiri pengundian...

50 Peserta Sukseskan Milad 11 KSR Markas Kota Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Memperingati Hari Lahir KSR Markas Kota...

Baca Juga