Hunian Hotel Menurun Hingga 40 Persen Akibat Harga Tiket Mahal

18
Penutupan Rakornas PHRI yang dihadiri Presiden Joko Widodo. (Ist)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani mengungkapkan tingkat hunian hotel menurun hingga 40 persen akibat harga tiket pesawat mahal dan kebijakan bagasi berbayar.

Hal itu ia sampaikan di hadapan Presiden Joko Widodo, saat acara Rakernas IV PHRI Tahun 2019 dan HUT ke- 50 PHRI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, (11/2/2019) malam. 

“Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen,” kata Hariyadi, seperti dikutip dari VIVA, Selasa (12/2/2019).

Ia mengatakan, maskapai beralasan bahwa harga avtur yang tinggi adalah penyebab mahalnya tiket pesawat. Saat ini, harga avtur di Indonesia disebut 20 persen lebih tinggi daripada harga internasional. 

“Hal ini pula yang menyebabkan harga tiket pesawat luar negeri menjadi lebih murah, sehingga membuat sebagian masyarakat kita lebih memilih berlibur di luar negeri yang mengakibatkan keluarnya devisa,” katanya. 

Tak hanya itu. Menurut dia, ketentuan bagasi berbayar telah menyebabkan menurunnya omzet pelaku UMKM. Khususnya, mereka yang berbisnis produk oleh-oleh atau buah tangan. 

“Kami berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi terhadap kondisi ini. Peran Pertamina di dalam menjual avtur sebaiknya segera diakhiri. Dengan memberikan peluang kepada perusahaan lain untuk menjual avtur dengan harga yang lebih kompetitif,” katanya. 

Ia juga menyinggung, penerbangan Indonesia saat ini sudah dikuasai dua grup maskapai besar yaitu Lion Group dan Garuda Indonesia Group. Apalagi, Sriwijaya Air sudah resmi bergabung dengan Garuda Indonesia Group. 

“(Pemerintah) agar memberikan kesempatan bagi perusahaan penerbangan baru, atau perusahaan penerbangan regional untuk beroperasi, menambah rute, dan bersaing secara efisien serta mencegahnya terjadi kartel,” kata Hariyadi yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia itu. 

“Kami yakin bapak presiden berpihak pada prinsip persaingan yang sehat, dan efisien. Sehingga akan memberikan daya saing yang tinggi.” 

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Soal Video Kekerasan Terhadap Anak di Sinjai, Ini Tanggapan P2TP2A

SULSELSATU.com, SINJAI- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak...

April, BPJS Kesehatan Parepare Gelontorkan Rp38 Miliar Bayar Klaim Rumah Sakit

SULSELSATU.com, PAREPARE - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan...

Warga Sinjai Lapor ke Pengawas TPS Terima Duit dari Timses Caleg PAN

SULSELSATU.com, SINJAI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sinjai menemukan...

Baca Juga