Mengapa Bandar Sabu 3,4 Kg Divonis Bebas?, Ini Fakta-fakta Persidangannya

149
Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid pasca diamankan ke Mapolda Sulsel 2018 lalu.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sempat buron sejak 2016 lalu, bandar narkoba asal Pinrang, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid ditangkap Resnarkoba Polda Sulsel pada Mei 2018 lalu.

Namun ia kembali menghirup udara segar pasca majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan vonis bebas terhadap sang bandar pada 8 Selasa Januari 2019 lalu.

Sulselsatu pun mencoba menelusuri penyebab vonis bebas berdasarkan sejumlah fakta persidangan.

Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) Andi Hariani Gali menghadirkan empat orang saksi kunci untuk membuktikan dakwaannya.

Para saksi adalah Edy alias Wilo bin Abdul Rahman (31), Abdul Rahman (35), serta dua aparat Kepolisian Polres Pinrang yang juga terlinat kasus narkoba ini, yakni Supardi (31) Edi Candra (36).

Hasil penelusuran, dari urutan peristiwanya, keempat saksi kunci di atas dibekuk aparat Polres Pinrang 2016 silam bersama seorang pria bernama Puang Salihin dengan barang bukti 3,4 kilogram sabu.

Puang Salihin sendiri berhasil lolos dari jeratan hukum usai berhasil membujuk keempat saksi kunci untuk menunjuk Kijang sebagai pemilik dari sabu 3,4 kilogram tersebut.

Salihin pun lolos, sedang Kijang masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

Sebagai imbalannya, Salihin berjanji akan menanggung kebutuhan biaya hidup empat saksi kunci beserta keluarganya, yang pada akhirnya, keempat saksi kunci divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Pinrang.

Namun setelah putusan itu, Salihin tidak pernah menepati janjinya kepada para saksi. Ia justru menghilang sejak lolos dari jeratan hukum.

Hal itulah yang membuat keempat saksi kunci di atas mencabut keterangan mereka saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus Kijang di Pengadilan Negeri Makassar.

Para saksi kunci mengakui dalam surat pernyataannya masing-masing yang ditandatangani dalam materai dengan menyatakan bahwa Salihin adalah pemilik sebenarnya atas barang bukti sabu yang ada dan bukan Kijang.

Pihak jaksa Hariani sendiri mengaku telah mencoba menghadirkan sejumlah penyidik dari Polres Pinrang saat sidang kasus Kijang di Pengadilan Negeri Makassar. Namun sebanyak tiga kali penyidik Kepolisian tidak menghadiri panggilan jaksa untuk bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar.

Hal tersebut lah yang menjadi dasar utama pihak majelis hakim memvonis bebas terdakwa Kijang.

Hariani sendiri mengaku telah mengajukan kasasi atas putusan majelis hakim yang digawangi oleh Rika Mona Pandegirot selaku hakim ketua, serta Cening Budiana dan Aris Gunawan selaku hakim anggota.

“Kami sudah layangkan memori kasasi. Kami ajukan ke Pengadilan untuk diteruskan ke MA (Mahkamah Agung),” ujar Hariani.

Berikut bunyi pertimbangan majelis hakim saat sidang putusan sidang kasus Kijang.

“Menimbang bahwa dari fakta hukum yang terungkap di persidangan terutama saksi Edy, Ilo, Mustafa Awing yang merupakan narapidana dalam perkara narkotika di Pinrang yang perkaranya sudah diputus dengan hukuman 16 tahun.

“Dalam berita acara penyidikan menerangkan bahwa barang bukti yang dihadirkan dalam perkara para saksi milik terdakwa dan terdakwa adalah bos dari saksi-saksi namun dalam persidangan, saksi-saksi telah mencabut keterangannya dalam BAP tersebut khusus tentang kepemilikan barang bukti bukanlah milik terdakwa tapi milik Puang Salihin yang pada saat itu juga sempat diamankan bersama saksi-saksi dan saksi-saksi juga sudah membuat surat pernyataan yang diserahkan di persidangan.”

“Menimbang bahwa saksi-saksi menunjuk atas perintah dari Puang Salihin yang keberadaannya tidak diketahii lagi dimana. Dan saksi-saksi tega menunjuk terdakwa karena dijanjikan biaya hidup saksi-saksi dan keluarga akan ditanggung Salihin tapi setelah proses persidangan selesai Salihin tidak pernah memenuhi janjinya,” demikian putusan majelis hakim.

Sementara itu, pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar yang telah dikonfirmasi melalui Humasnya, Bambang Cahyono sejauh ini belum memberikan konfirmasi.

Penulis Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Soal Video Kekerasan Terhadap Anak di Sinjai, Ini Tanggapan P2TP2A

SULSELSATU.com, SINJAI- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak...

April, BPJS Kesehatan Parepare Gelontorkan Rp38 Miliar Bayar Klaim Rumah Sakit

SULSELSATU.com, PAREPARE - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan...

Warga Sinjai Lapor ke Pengawas TPS Terima Duit dari Timses Caleg PAN

SULSELSATU.com, SINJAI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sinjai menemukan...

Baca Juga