iklan Kareba Parlementa

Polda Bakal Evaluasi Internal Pasca Kijang Divonis Bebas

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Dirnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan bakal melakukan evaluasi di jajaran internalny soal proses penetapan tersangka Syamsul Rijal alias Kijang sebagai bandar narkoba pada tahun 2018 lalu.

Hal ini diungkap Hermawan usai mengetahui bahwa empat saksi kunci yang menjadi dasar Polres Pinrang menetapkan Kijang sebagai DPO 2016 lalu justru mencabut keterangannya saat bersaksi di PN Makassar.

Iklan Humas SulSel

Para saksi menerangkan, keempat pelaku dibujuk oleh pemilik sabu sebenarnya, Puang Salihin untuk menunjuk Kijang sebagai pemilik sabu tersebut. Sebagai imbalan, biaya hidup para saksi dan keluarganya bakal ditanggung Puang Salihin.

Namun Salihin yang lolos dari jeratan hukum justru mengingkari janjinya sehingga para saksi buka mulut.

9 tahun partai nasdem

Sementara Penyidik Polres Pinrang yang tiga kali dipanggil ke Persidangan sebagai saksi tidak pernah hadir.

Atas sejumlah informasi inilah yang membuat pihak Polda Sulsel bakal melakukan evaluasi di jajaran internalnya.

“Infonya saya tampung buat evaluasi,” ujar Kombes Hermawan, Selasa (12/2/2019) petang.

Hermawan juga mengakui bahwa proses penangkapan Kijang merupakan hasil upaya persuasif dengan keluarga Kijang di Kalimantan Utara, sehingga pada akhirnya Kijang menyerahkan diri pada bulan Mei 2018 lalu.

“Memang hasil koordinasi kita dengan keluarga tersangka. Betul upaya persuasif,” imbuh Hermawan.

Sebelumnya, perburuan Kijang sebagai bandar narkoba dilakukan oleh penyidik Polres Pinrang. Namun, kasus ini diambil alih oleh Polda Sulsel pasca mengamankan Kijang.

Namun belakangan, Kijang divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Makassar lantaran tidak ada bukti yang kuat yang mendukung Kijang sebagai bandar narkoba.

Padahal sebelumnya, jaksa penuntut umum, Hariani menuntut majelis hakim memvonis Kijang dengan hukuman enam tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara. Jaksa menuntut Kijang melanggar pasal pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam dakwaan pertama.

Berikut bunyi pertimbangan majelis hakim yang diketuai Rika Mona Pandegirot selaku hakim ketua, serta Cening Budiana dan Aris Gunawan selaku hakim anggota:

“Menimbang bahwa dari fakta hukum yang terungkap di persidangan terutama saksi Edy, Ilo, Mustafa Awing yang merupakan narapidana dalam perkara narkotika di Pinrang yang perkaranya sudah diputus dengan hukuman 16 tahun.

“Dalam berita acara penyidikan menerangkan bahwa barang bukti yang dihadirkan dalam perkara para saksi milik terdakwa dan terdakwa adalah bos dari saksi-saksi namun dalam persidangan, saksi-saksi telah mencabut keterangannya dalam BAP tersebut khusus tentang kepemilikan barang bukti bukanlah milik terdakwa tapi milik Puang Salihin yang pada saat itu juga sempat diamankan bersama saksi-saksi dan saksi-saksi juga sudah membuat surat pernyataan yang diserahkan di persidangan.”

“Menimbang bahwa saksi-saksi menunjuk atas perintah dari Puang Salihin yang keberadaannya tidak diketahii lagi dimana. Dan saksi-saksi tega menunjuk terdakwa karena dijanjikan biaya hidup saksi-saksi dan keluarga akan ditanggung Salihin tapi setelah proses persidangan selesai Salihin tidak pernah memenuhi janjinya,” demikian putusan majelis hakim.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

Iklan PDAM
...

Populer

Artikel Lainnya

Prabowo Bakal ke Filipina Bahas Pembebasan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bakal melawat ke Manila, Filipina,...

Adnan Kunjugi Warga Korban Kebakaran di Biringbulu

SULSELSATU.com, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengunjungi warga korban...

Hasil Copa America: Chili Atasi Jepang 4-0

SULSELSATU.com, BRASIL - Chili melakoni laga perdananya di Copa America 2019...

Bupati Wajo Targetkan 2020 Seluruh Warganya Punya BPJS

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati dan Wakil Bupati Wajo bersama tim safari...

Meski Berat, PDIP Target Satu Kursi di Dapil Sulsel 5

SULSELSATU.com, MAKASSAR - DPD PDIP Sulsel menargetkan satu kursi pada Pileg...

Terkini

Sidak Disdik Sulsel, NA Puji Ruang Bidang SMK

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah melakukan Inspeksi...

Bupati dan Wabup Jeneponto Hadiri Pelantikan Dewan Pengurus IPEKB

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dan wakil Bupati Jeneponto,...

Nakes non ASN di Maros All Out Dukung Maros Keren

SULSELSATU.com, MAROS — Aliansi Tenaga Kesehatan non ASN (Atenna) Maros, menggelar...

Hatta Rahman Terharu Ceritakan 10 Tahun Masa Kepemimpinannya di Hadapan Para Guru

SULSELSATU.com, MAROS — Bupati Maros HM Hatta Rahman menyeka matanya yang...

Prof Jufri Sambut Baik Program SEAMEO di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad...