Gubernur Sulsel-Menteri PPN Teken MoU Pembangunan Rendah Karbon

16
ubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembangunan rendah karbon, di Baruga Lounge (Sulselsatu/Jahir Majid).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembangunan rendah karbon, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (12/2/2019). Keduanya sepakat, pembangunan harus disertai wawasan lingkungan.

Nurdin berharap kedepannya Kementerian PPN/Bappenas bisa membangun kerjasama yang baik dengan Pemprov Sulsel.

Ia mengaku, selain menginginkan pembangunan rendah karbon, juga berharap kedepannya, pembangunan harus berpacu pada wawasan lingkungan untuk melindungi masyarakat Sulsel.

“Bagaimana pun juga, pembangunan kita harus berwawasan lingkungan. Saya kira kita sudah punya pengalaman sekian puluh tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan warga Sulsel harus bangga karena daerahnya memiliki hutan tropis yang sangat banyak. Sayangnya, kerusakan lingkungan sudah sangat besar sehingga dana pemerintah yang ada tidak cukup untuk memperbaiki sekaligus.

“Tentu kita berharap secara konsisten, dengan komitmen yang tinggi kita laksanakan bersama. Insyaallah akan diikuti oleh kabupaten kota yang lain,” tuturnya.

Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro, mengaku, Sulsel adalah daerah yang sangat luar biasa, karena menjadi daerah pertama yang menyepakati pembangunan rendah karbon tersebut.

“Provinsi Sulawesi Selatan adalah provinsi pertama yang menandatangani dan berarti komitmen yang luar biasa untuk melakukan pembangunan rendah karbon. Mungkin tanda tanya besar kenapa kita harus mendorong pembangunan rendah karbon,” ungkapnya.

Menurutnya, program pembangunan rendah karbon tersebut adalah salah satu program Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Jusuf Kalla selama lima tahun.

“Kami sedang menfinalisasi pembangunan jangka panjang nasional sampai tahun 2024. Indonesia untuk lima tahun kedepan harus sudah menggunakan pembangunan rendah karbon,”

Penulis : Jahir Majid
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga