KPK Periksa 10 Legislator Jambi terkait Korupsi Pengesahan RAPBD 2017-2018

33
Kota Parepare, APBD Parepare, Penyerapan APBD, Parepare
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, JAMBI – KPK memeriksa 10 anggota DPRD Provinsi Jambi sekaitan kasus dugaan suap pengesahan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2017-2018.

Pemeriksan dilakukan di Mapolda Jambi untuk para tersangka yang sudah diproses sebelumnya.

Wakil rakyat Jambi yang diperiksa yakni Efeni Hatta, Zainal Abidin, Cornelis Buston, A.R. Syahbandar, dan Chumadi Zaidi. Selanjutnya Sufardi Nurzain, Elhelwi, Gusrizal, Muhamadiyah, dan Joe Fandy Yoesman alias Asiang dari unsur swasta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah berharap para saksi memenuhi panggilan yang sudah dijadwalkan agar kasus yang meninpa sejumlah tersangka itu bisa cepat diselesaikan.

“Kami harap para saksi datang dan menjelaskan dengan jujur apa yang diketahui terkait dengan dugaan aliran dana, pengesahan anggaran, komunikasi. Atau bahkan informasi tentang permintaan uang ketok palu dan materi perkara lainnya yang ditanyakan penyidik,” kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, seperti dilansir RMOL, Selasa (12/2/2019).

KPK pada 28 Desember 2018 telah mengumumkan 13 tersangka yang terdiri atas unsur pimpinan DPRD Jambi dan swasta dalam pengembangan kasus tersebut.

Adapun, 13 tersangka terdiri atas tiga unsur pimpinan DPRD Jambi yaitu Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD A.R. Syahbandar dan Chumaidi Zaidi.

Selanjutnya, lima pimpinan fraksi yakni Sufardi Nurzain dari Partai Golkar, Cekman dari Fraksi Restorasi Nurani, Tadjudin Hasan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Parlagutan Nasution dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Muhammadiyah dari Partai Gerindra.

Selain itu, satu pimpinan komisi yakni Zainal Abidin selaku ketua Komisi III. Tiga anggota DPRD Jambi Elhelwi, Gusrizal, dan Effendi Hatta. Serta dari unsur swasta adalah Jeo Fandy Yoesman alias Asiang.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga