Harga Tiket Pesawat Mahal, Danny Yakin Pariwisata Stabil di Makassar

20
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mahalnya harga tiket pesawat domestik dikeluhkan oleh beberapa pihak, salah satunya dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang menggangap hal ini sebagai penyebab dari sepinya kamar-kamar hotel yang ada di Indonesia.

Kenaikan harga tiket pesawat ini dinilai telah mengakibatkan turunnya minat masyarakat untuk melakukan liburan di dalam negeri dan justru lebih memilih liburan di luar negeri.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang turut memberikan tanggapan terkait hal tersebut, yakin bahwa pariwisata di Makassar saat ini tidak begitu terpengaruh dengan mahalnya harga tiket pesawat yang mencapai kenikan hingga 40 persen.

“Sekarang banyak keluhan di hotel. Kalau di Makassar, alhamdulillah aman-aman Kamar hotel semua penuh, apalagi saat ini lagi banyak kegiatan yang terpusat di Makassar,” kata Danny, sapaanya, Rabu, (13/2/2019).

Menurut Danny, kebijakan tersebut akan memberikan keterbatasan aksesibilitas bagi masyarakat mengingat Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Dengan demikian, peran transportasi udara sangat penting untuk mendukung aksesibilitas masyarakat.

Maka dari itu, kata dia, keberadaan maskapai penerbangan Low Cost Carrier (LCC) atau maskapai penerbangan bertarif rendah benar-benar harus didukung dengan baik.

“Persoalannya, pemerintah kota sama sekali tidak punya kewenangan sedikit pun soal ini. Kita tinggal ikut saja,” imbuhnya.

Meski begitu, Danny hanya bisa berharap agar kenaikan harga tiket pesawat bisa segera kembali normal. “Saya kira kembalikan seperti dululah, dulu kan bagus. Ada paket-paket transportasi yang jelas,” pungkansya.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga