Nurdin Abdullah Tak Setuju Soal Pengadaan Barang dan Jasa Tanpa Tender

170
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah (Sulselsatu Jahir Majid).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah rupanya tak sepakat dengan keputusan para pejabatnya yang menginginkan diadakan pengadaan barang dan jasa melalui penunjukan langsung (PL).

“Itulah yang saya tidak setuju, sebenarnya jangan dibuat kecil ini barang, karena sudah pasti ini tidak dirasakan manfaatnya. Makanya saya bilang hati-hati, jangan sampai satu kontraktor mengerjakan semuanya proyek. Tentu kalau proyek di lelang porsinya lebih terbatas, berarti kesejahteraan bisa didapat secara merata,” kata Nurdin, Selasa (12/2/2019).

Ia menegaskan dengan mengadakan lelang terbuka kualitasnya pun akan baik, pasalnya melalui proses seleksi. Menurutnya, bukan dengan proyeknya tapi kualitas dari pekerjaan itu itu yang penting.

Hanya saja, hingga sekarang pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari biro yang menangani proses pengadaan barang dan jasa Pemprov Sulsel.

“Saya belum ketemu dan belum dilaporkan. Nanti kita lihat soal revisi. Informasi yang saya dengar masih ada 3 OPD yang belum masukan paket lelang. Mungkin tunggu tiga OPD itu baru mereka laporkan,” ujarnya.

Intinya kata NA, Pemprov Sulsel mulai dari sekarang harus menghindari proyek PL, hal itu juga disarankan oleh KPK. Sebab, PL diyakini bisa menimbulkan terjadi temuan dalam mengadakan barang dan jasa. Olehnya itu sangat disarankan mengadakan lelang terbuka.

“Kan sudah sampaikan dari awal bahwa salah satu temuan KPK di Sulawesi Selatan, itu dibagi kecil-kecil, jangan sampai ada orang yang masalah ya. Saya sudah sampaikan dari awal waktu penyusunan karena tanggung jawab jalan provinsi kita itu begitu panjang begitu besar ya buat apa dibuat kecil-kecil sementara ada yang lebih besar kita butuhkan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan proyek PL ini adalah pola lama, atau kebiasaan lama para pejabat Pemprov Sulsel. Hal inilah yang harus diubah Untuk menghasilkan karya yang baik, proyek proyek yang tidak punya kejelasan manfaat rencana akan dipending.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga