Tolok Ukur Capres Pro-Lingkungan Versi WRI

15
ilustrasi

SULSELSATU.com – Direktur Eksekutif World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia) Nitarta Samadhi mengatakan pemahaman calon presiden dan calon wakil presiden yang bersaing dalam pemilihan umum 2019 mengenai pembangunan rendah karbon bisa menjadi tolok ukur dalam melihat keberpihakan mereka pada lingkungan.

“Yang penting adalah pemahaman, tidak bisa hanya sekedar peramalan dari sisi ekonomi saja. Mereka harus sadar, bahan baku suatu saat akan habis,” kata Koni sapaanya di Jakarta, Rabu (13/2/2019) dilansir Antaranews.

Para calon presiden dan wakil presiden, ia melanjutkan, mesti memiliki pemahaman mengenai bagaimana mengupayakan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat dengan mempertimbangkan keterbatasan lingkungan.

Harus bergerak ke arah pembangunan secara serentak dengan mempertimbangkan tiga prinsip, yakni pertumbuhan ekonomi terjadi, lingkungan hidup terjaga dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian yang tidak terlepaskan.

Ia juga mengatakan bahwa esensi pembangunan berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, kondisi lingkungan lestari berkelanjutan, kesejahteraan tercapai dengan mengecilkan gap antara yang kaya dan miskin.

“Karena kalau dia rendah karbon maka ekonomi akan meningkat, lingkungan tetap akan terlindungi, serta kesenjangan pendapatan bisa ditutup. Ini yang sebenarnya WRI Indonesia harapkan untuk pembangunan lima tahun ke depan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Baca Juga