OJK Sulampua Hentikan 231 Fintech Ilegal

26

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan 231 penyelenggara layanan pinjam berbasis teknologi informasi atau fintech peer to peer lending, karena tidak terdaftar maupun memiliki izin dari OJK alias ilegal.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi mengatakan masyarakat harus berhati-hati dalam memilih fintech. Harus memperhatikan perusahaan yang terdaftar atau belum di OJK.

“OJK telah mengeluarkan daftar perusahaan fintech yang terdaftar dan berijin, dan kalau mau masyarakat bisa menggunakan perusahaan yang telah terdaftar. Perusahaan yang tidak terdaftar jika digunakan, risikonya akan sangat besar,” kata Zulmi, Kamis, (13/2/2019).

Kata Zulmi, OJK tidak bisa melindungi konsumen atau masyarakat yang bertransaksi melalui fintech apabila tidak terdaftar dan persyaratan OJK.

Di samping itu, Zulmi menyarankan kepada masyarakat yang ingin bertransaksi melalui fintech harus membaca semua perjanjian kedua belah pihak.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing meminta masyarakat untuk tidak melakukan pinjaman terhadap fintech yang tidak terdaftar atau izin OJK, agar tidak dirugikan ulah fintech ilegal.

“Informasi mengenai daftar entitas fintech peer to peer lending yang terdaftar atau memiliki izin dari OJK dapat diakses melalui www.ojk.go.id,” jelasnya dalam rilis resmi OJK.

Khusus untuk perusahaan yang berizin dan terdaftar di OJK lanjut Togam, berbagai ketentuan sudah dikeluarkan OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk melindungi konsumen peminjam dan pemberi pinjaman.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga