Kuliner Jadi Kekuatan Ekonomi Makassar, Danny Andalkan PK5

23

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjelaskan bahwa kuliner merupakan salah satu roda penggerak kekuatan ekonomi di Makassar. Bagaimana tidak, selama ini kuliner Makassar dinilai memiliki cita rasa internasional.

Hal ini ditegaskan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Tahun 2019, Dinas Koperasi dan UKM, di Ruang Rapat Sipakatau, Balaikota Makassar, Kamis (14/2/2019).

“Kuliner Makassar adalah cita rasa internasional. Terbukti, saat saya melakukan promosi wisata di Spanyol dan Swiss, aneka kuliner Makassar yang disajikan begitu digemari. Bahkan hanya dalam hitungan jam saja, semua jenis makanan seperti konro, coto, pallubasa habis,” kata Danny, sapaannya.

Berdasarkan hal tersebut, Danny menilai bahwa kekuatan kota berjuluk Anging Mammiri ini terletak pada kuliner. Menariknya, pedagang kaki lima (PK5) justru menjadi tonggak yang dipercaya sebagai strategi untuk menggerakkan roda perekonomian di bidang kuliner itu.

“Ekonomi mulai paling kecil sampai besar saling mempengaruhi satu sama lain. Tidak ada ekonomi makro tanpa ekonomi mikro. Kalau hanya mengurus yang makro saja maka terjadi ketimpangan yang disebut gini ratio, sedikit orang menguasai banyak uang,” ungkap Danny.

Untuk itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyediakan lapak khusus bagi para PK5 melalui Kanrerong ri Karebosi. Hal ini juga dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.

“Pemerintah harus mengambil peran strategis. Ini sebagai tanggung jawab kita memperhatikan rakyat kecil. Pemerintah hadir sebagai jembatan. 3600 PK5 jika kita berdayakan menjadi potensi yang luar biasa. Kita bikinkan tempat di area termahal yang ditempati secara gratis yakni di Kanre rong,” terangnya.

Danny menargetkan, jika sebelumnya PK5 yang hanya beromset Rp 200 ribu akan meningkat hingga Rp 1 juta atau Rp 2 juta per malam. Dan sebelum hal itu tercapai PK5 tidak akan dibebankan retribusi.

“Tidak ada retribusi dipungut sebelum penghasilan Rp1 juta per malam,” tegas Danny.

Kanrerong sendiri dibangun pemerintah dengan biaya Rp 9 miliar. Sebanyak 270 lapak telah disiapkan. Jika omset telah mencapai Rp 1-2 juta, maka kontribusi terhadap pemerintah kota bisa mencapai Rp 17 miliar.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Ungguli Akbar Faisal di Maros, Tim Optimis SYL ke Senayan

SULSELSATU.com, MAROS - Ketua Tim Syahrul Yasin Limpo (SYL)...

Amran Hadiri Pengundian BRI Simpedes Cabang Sengkang

SULSELSATU.com, SENGKANG - Wakil Bupati Wajo Amran menghadiri pengundian...

50 Peserta Sukseskan Milad 11 KSR Markas Kota Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Memperingati Hari Lahir KSR Markas Kota...

Baca Juga