Gelapkan Mobil Cicilan, Tiga Warga Makassar Diringkus Polsek Panakkukang

466

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Aparat Polsek Panakkukang menahan tiga warga. Mereka adalah Muslimin (37), Roslina (56), serta Yusuf Dg. Rate (36). Sedang satu warga lainnya berinisial SY tengah buron. 

Para pelaku tersebut ditangkap usai terlibat kejahatan Fidusia, yakni menggadaikan alias memindahtangankan mobil yang masih berstatus kredit alias dicicil.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap menerangkan, para pelaku ditangkap atas dua laporan polisi dari pihak Mandiri Utama Finance selaku korban. 

Laporan polisi pertama, kata Ananda, pria bernama Muslimin (debitur) mengajukan kredit mobil jenis Daihatsu Great New Zenia Sporty putih kepada pihak Mandala Utama Finance dengan biaya cicilan sekitar Rp4,5 juta perbulan. 

Namun dalam perjalanannya, debitur Muslimin tidak mampu membayar. Setelah dilakukan peringatan hingga somasi tiga kali, ia tetap tidak mampu membayar biaya cicilan. Sedang mobil yang dicicil tidak mampu ditunjukkan oleh Muslimin. Setelah dicek, mobil tersebut telah dijual ke pria bernama Syamsuddin yang hingga kini masih buron. 

“Itu mengakibatkan kerugian materil Rp267.860.000 dari pihak Mandiri Finance selaku krediturnya,” ujar Ananda saat merilis kasus tersebut di Kantornya di Jalan Panakkukang, Jumat (15/2/2019) sore. 

Ananda menambahkan kasus Muslimin dan Syamsuddin telah berstatus lengkap alias P21 dan telah dilimpahkan ke Kejari Makassar. 

Sedang laporan polisi kedua, melibatkan Roslina selaku debitur yang juga mengajukan kredit mobil jenis Ayla X MT kepada Mandiri Utama Finance dengan biaya angsuran sekitar Rp3 juta per bulan. 

Namun Roslina malah menggadaikan mobil tersebut kepada pria bernama Yusuf Dg Rate tanpa sepengetahuan pihak Mandiri Utama Finance hingga merugi Rp40 juta. 

Khusus untuk kasus Roslina, pihak penyidik Reskrim Polsek Panakkukang masih dalam tahap perampungan berkas perkara. 

Diketahui, para tersangka dijerat dengan Pasal 35 dan Pasal 36 UU nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia atau Pasal 378 dan Pasal 372 jo Pasal 55 ayat ke 1e dan pasal 55 ke 1e, 2e KUHP. 

“Hukumannya maksimal 5 tahun,” kata Ananda. 

Penulis: Hermawan Mappiwali 
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

SAR dan RMS Dapat Amunisi dari Bang Ogi Community

SULSELSATU.com, SIDRAP - Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi...

Canangkan Zona Integritas, Kejari Parepare Komitmen WBK dan WBBM

SULSELSATU.com, PAREPARE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare telah mencanangkan...

Andi Maryam Ajak Emak-Emak Pilih Caleg Perempuan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Keterwakilan kaum perempuan dalam pesta demokrasi...

Baca Juga