Sebelum Gantung Diri, Remaja di Gowa Tulis Surat Mengharukan untuk Ibunya

64

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang siswa SMK Somba Opu, Muhammad Alimin Rahimatullah (17) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Dusun Kaledupayya, Desa Taeng, Pallangga, Gowa.

Sebelum nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, korban menulis sebuah surat yang isinya mengharukan. Surat itu ditujukan untuk ibu korban.

Dalam selembar surat itu, Alimin meminta maaf kepada ibunya lantaran selama ini banyak menyusahkan.

“Mama selama saya hidup di muka bumi ini saya tidak pernah membahagiakanmu,” bunyi surat korban.

Korban memang selama ini hanya dirawat oleh ibunya, Muliati Rajab Dg Ugi usai kedua orang tuanya bercerai. Korban tinggal bersama Muliati sejak berumur enam bulan.

Korban sendiri pertama kali ditemukan oleh kakak iparnya, Nur Aisyah (19) dalam keadaan tergantung menggunakan tali jemuran jenis nilon berwarna biru di kamarnya sekira pukul 14.00 Wita, Jumat (15/2/2019) siang.

Saat melihat kondisi itu, Aisyah lantas meminta bantuan ke paman korban yang lantas dibantu dua rekannya mengevakuasi korban.

Kapolsek Pallangga, AKP Sainal Azis mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal atas peristiwa itu. Ia pun lantas memastikan korban gantung diri.

“Kalau kita lihat kondisi di TKP, positif gantung diri. Karena kalau digantung, pasti ada perlawanan,” ujar Sainal saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (15/2/2019) malam.

“Tapi tanda-tanda itu tidak ada, juga tidak ada luka di bagian tubuh korban yang lain. Termasuk barang-barang di sekitar area korban ditemukan tidak ada yang berantakan,” imbuhnya.

Sementara soal motif korban melakukan gantung diri, Sainal mengaku pihaknya masih perlu mendalami kasus ini.

Pantauan sulselsatu.com di lokasi, korban saat ini masih disemayamkan di rumahnya. Ibu korban menolak anaknya diotopsi.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga