Logo Sulselsatu

Satgas Anti Mafia Bola Dalami Aliran Dana ke Rekening Joko Driyono

Asrul
Asrul

Sabtu, 16 Februari 2019 20:47

Wakil Ketua Umum PSSI  Joko Driyono
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono

SULSELSATU.com – Satgas Anti Mafia Bola masih mendalami dugaan adanya aliran dana yang masuk ke rekening Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagaimana diketahui, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengerusakan dokumen yang berkaitan dengan pengaturan skor atau match fixing .

Penetapan status tersangka tersebut usai Satgas Anti Mafia Bola melakukan gelar perkara, pasca menggeledah apartemen dan ruang kerja Joko Driyono di kantor PSSI pada, Kamis (14/2/2019) malam.

Baca Juga : Jelang Liga 1 2020, Polda Sulsel Bentuk Satgas Antimafia Bola

Dari penggeledaan itu disita beberapa barang seperti sembilan telepon genggam, laptop, buku tabungan, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan Liga Indonesia.

Sponsored by MGID

“(Ditemukan) tidak hanya di (ruang kerja Joko Driyono di) Kantor PSSI. Tapi juga (di) apartemen Joko Driyono,” kata Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol. Hendro Pandowo, di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

“Kami sedang dalami adanya aliran dana. Tabungan, HP sampai 9. Tentunya kami perlu waktu mendalami,” tambahnya.

Baca Juga : Skandal Pengaturan Skor Sepakbola, Eks Ketum PSSI Divonis 1,5 Tahun Penjara

Joko Driyono disebut aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komite Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu.

Jokdri – sapaan akrab Joko Driyono – memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi.

Kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Baca Juga : Ada Bandar Judi di Balik Skandal Pengaturan Skor Sepak Bola di Indonesia

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pencekalan terhadap Joko Driyono. Surat pencegahan bepergian selama 20 hari ke depan kepada pihak imigrasi terhadap Joko Driyono telah dikirim per tanggal 15 Februari 2019.

Plt Ketum PSSI Joko Driyono dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi (police line).

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama20 Oktober 2021 14:26
Hadiri Pelantikan Pengurus GP Ansor Jeneponto, Ini Harapan Sekda
SULSELSATU.com, Jeneponto – Sekretaris Daerah Jeneponto, Syafruddin Nurdin hadir langsung dalam Pelantikan Pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor ...
Ekonomi20 Oktober 2021 13:50
PLN Kembali Tambah Pasokan Listrik ke PT HNI di Bantaeng 90 MVA
SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) kembali menyalurkan tambahan daya listrik sebesar 90 Mega Volt Ampere (MVA) ke PT Huadi Nickel-Alloy Ind...
Makassar20 Oktober 2021 13:36
4 Tahun Komunitas Perempuan, Ini Harapan Ketua TP PKK Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail secara resmi membuka kegiatan seminar yang digelar oleh Komunitas Per...
Sponsored by MGID
Sulsel20 Oktober 2021 13:23
Program Kebut Vaksinasi TP PKK Gowa Dapat Penghargaan Pemprov Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kerja-kerja kemanusiaan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa khususnya dimasa pandemi Covid-19 tak hanya diapresiasi...