Ada Bandar Judi di Balik Skandal Pengaturan Skor Sepak Bola di Indonesia

19
ilustrasi

SULSELSATU.com – Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti, menyatakan adanya peran bandar judi terkait pengaturan skor pada pertandingan sepak bola di Indonesia.

“Satu tersangka yang kami periksa menyatakan itu ada dari luar, main. Satu tersangka yang kami periksa menjelaskan detil soal itu saudara VW (Vigit Waluyo),” kata Krishna usai konferensi pers di gedung Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Untuk diketahui, Vigit merupakan pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP) yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. Selain itu, kata Krishna, keterlibatan bandar judi itu tidak hanya dari luar negeri tetapi juga dari dalam negeri.

“Luar dalam,” ucap Krishna, seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Lebih lanjut, ia pun menyatakan bahwa di beberapa negara, judi merupakan hal yang biasa di sepak bola. “Di sepak bola itu, toto (judi) itu biasa, seluruh dunia. Di Inggris itu ada judi, di luar negeri sah. Di Indonesia tidak ada perjudian itu. Yang jadi problem dia pasang pertandingan yang sudah terlihat statistiknya, kemudian dia berkeinginan taruhannya menang. Itu yang dilakukan pemain judi,” ujar Krishna.

Saat dikonfirmasi apakah penetapan tersangka Plt Ketua Umum Joko Driyono terkait dengan keterangan Vigit Waluyo, ia belum bisa menyampaikannya. “Belum bisa disampaikan,” ucap Krishna.

Untuk diketahui, penetapan Joko Driyono tersangka berawal dari pengembangan atas penetapan tiga tersangka sebelumnya, terkait perusakan dan pencurian barang bukti di lokasi atau tempat yang jadi sasaran penggeledahan dan penyitaan Satgas Antimafia Bola.

“Ternyata dari pemeriksaan kami, ketiga tersangka tersebut tidak melakukan sendiri, ada yang memerintahkan untuk menghilangkan barang bukti yang penyidik rasa sangat penting kaitannya dengan pembongkaran pengaturan skor yang sedang ditangani Satgas Antimafia Bola,” kata Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo, saat konferensi pers di gedung Mabes Polri.

Oleh karena itu pada Kamis 14 Februari 2019, ucap dia, dari hasil perkembangan tiga tersangka itu, penyidik melakukan gelar perkara sehingga penyidik menetapkan tersangka baru dengan inisial JD (Joko Driyono).

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

SAR dan RMS Dapat Amunisi dari Bang Ogi Community

SULSELSATU.com, SIDRAP - Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi...

Canangkan Zona Integritas, Kejari Parepare Komitmen WBK dan WBBM

SULSELSATU.com, PAREPARE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare telah mencanangkan...

Andi Maryam Ajak Emak-Emak Pilih Caleg Perempuan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Keterwakilan kaum perempuan dalam pesta demokrasi...

Baca Juga