Mengharukan, Ini Isi Surat Remaja yang Tewas Gantung Diri di Gowa

118

SULSELSATU.com, GOWA – Aparat Polsek Pallangga tengah menyelidiki motif di balik keputusan remaja asal Gowa, Muhammad Alimin Rahimatullah (17) yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Setelah ditemukan pertama kali pada sekira pukul 14.00 Wita, Jumat (15/2/2019) siang oleh kakak iparnya, Nur Aisyah (19), korban diketahui menulis surat sebelum bunuh diri.

Surat itu khusus ia tujukan kepada ibunya, Muliati Rajab Dg Ugi yang selama ini membesarkannya seorang diri sejak korban berusia enam bulan. 

Dari isi surat dan penjelasan keluarga korban diketahui, sehari sebelumnya Alimin terlibat kecelakaan lalu lintas dengan menabrak seorang oknum anggota TNI. Akibatnya, motor Alimin ditahan oleh pihak Lakalantas. 

“Motornya memang masih ada di Sat Lantas Polres Gowa,” ujar Kapolsek Pallangga, AKP Sainal Azis, Jumat (15/2/2019) malam.

Persoalan tersebut diduga kuat menjadi beban psikologis Alimin lantaran ibunya harus turun tangan menyelesaikan persoalan itu. 

Dugaan itu berasal dari selembar surat yang ditinggalkan korban sebelum mengakhiri hidupnya. Di dalam suratnya, Alimin meminta maaf kepada ibunya lantaran selama ini banyak menyusahkan.

Berikut bunyi surat tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuuu..

MAMA maafkan anakmu yang satu ini yang bernama… 

MUHAMMAD ALIMIN RAHIMATULLAH. 

Mama selama saya hidup di muka bumi ini saya tidak pernah membahagiakanmu mama. Saya hanya tahu bisa membuatmu menangis atau menambah beban atau utang dimana-mana dll. 

Mungkin atau kenyataannya bila aku pergi beban mama semakin berkurang dan bisa menyimpan atau menabung uang dengan benar.

Sekali lagi maafkan aku atau anakmu ini yang sangat durhaka terhadap orang tuanya. 

AKU PERGI IBU/MAMA. 

ITU MOTORTA ATAS NAMAKU KALAU NOMOR PONSEL TENTARA ADAJI DI POS POLISI

“MAMA saya ambil jalan tengahnya dengan mengambil atau menghilangkan jejakku di muka bumi ini atau pergi untuk selamanya”

Kakak jaga mama jangan sampai dia menangis bila aku pergi. Daah

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga