Jika Tiga Kali Mangkir, Polri Ancam Jemput Paksa Ketua PA 212

28
Ketua PA 212 Slamet Ma'arif. (int)

SULSELSATU .com, JAKARTA – Polri menegaskan akan menjemput paksa Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 , Slamet Ma’arif jika kembali mangkir dari pemeriksaan penyidik.

Slamet kembali tak memenuhi pemeriksaan penyidik Porlesta Surakarta atas status tersanka tindak pidana kampanye Pemilu. Sedianya, Slamet akan diperiksa di Polda Jawa Tengah hari ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan penundaan pemeriksaan Slamet itu disampaikan tim kuasa hukumnya. Penyidik pun akan kembali menjadwalkan ulang pemeriksaan Slamet.

“SM melalui pengacaranya minta diundur lagi untuk pemeriksaannya karena mungkin masih ada alasan kegiatan. Nanti kita konfirmasi lagi kapan kesediaan saudara SM untuk memenuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta,” kata Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, seperti dilansir Viva, Senin (18/2/2019)

Berdasarkan aturan di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tersangka akan dijemput paksa penyidik jika tiga kali mangkir dari panggilan untuk diperiksa. Slamet diketahui sudah dua kali tidak memenuhi pemanggilan penyidik.

“Ini kedua. Kedua minta diundur kembali, nanti kita lihat perkembangan ke depan. Ya kita kasih kesempatan tiga kali. Kalau tiga kali tidak hadir penyidik mempunyai kewenangan untuk lakukan penjemputan kepada tersangka untuk dimintai keterangan,” ujar Dedi.

Dedi meminta agar Slamet bisa kooperatif dan dapat memenuhi pemanggilan berikutnya. “Kita harapkan yang bersangkutan kooperatif penuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta. Untuk penempatan pemeriksaan di Polda Jateng,” ucap Dedi.

Sebelumnya, Slamet dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Rabu, 13 Februari pekan lalu. Namun, ditunda pada Senin, 18 Februari karena permintaan yang diajukan pengacaranya. Adapun pada pemeriksaan hari ini Slamet kembali tak hadir.

Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal, sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Kampanye di luar jadwal itu berlangsung ketika dia menyampaikan ceramah pada kegiatan Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya di Gladak, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

SAR dan RMS Dapat Amunisi dari Bang Ogi Community

SULSELSATU.com, SIDRAP - Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi...

Canangkan Zona Integritas, Kejari Parepare Komitmen WBK dan WBBM

SULSELSATU.com, PAREPARE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare telah mencanangkan...

Andi Maryam Ajak Emak-Emak Pilih Caleg Perempuan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Keterwakilan kaum perempuan dalam pesta demokrasi...

Baca Juga