Beli Ponsel Hasil Begal Potong Tangan, Istri Anggap Irman Kena Sial

32
Empat tersangka kasus begal potong tangan saat berada di PN Makassar, Selasa (19/2/2019). (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Empat tersangka kasus begal potong tangan telah bersiap menjalani sidang dakwaan di ruang sidang Mudjono, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (19/2/2019).

Satu di antaranya, Irman (37) ditetapkan tersangka usai terbukti membeli ponsel hasil kejahatan dari dua pelaku begal, Firman dan Ulla. Irman pun dikenakan Pasal 480 ayat 1 KUHP tentang penadahan dengan ancaman empat tahun penjara.

Namun istri Irman, Salami (34) menilai sang suami itu terkena sial lantaran tidak tahu ponsel yang dibelinya merupakan hasil kejahatan begal.

Diceritakan Salami, ia dan sang suami yang merupakan warga Desa Mattiro Ujung, Pulau Pandangan, Kecamatan Liukang Tu Pa’biring, Kabupaten Pangkep.

“Jadi waktu itu suamiku ke Makassar sama anakku yang masih 8 tahun, karena mau dibelikan baju sekolah,” ujar Salami di Pengadilan.

“Jadi ke Makassar naik perahu karena sekalian bawa juga ikan hasil tangkapan dan mau dijual,” imbuhnya.

Saat tiba di Pelabuhan Paotere, saat itulah dua pelaku begal datang menawarkan ponsel hasil kehatan mereka.

“Suami saya tidak tahu kalau itu hasil begal. Kita cuma orang pulau, begal di sana tidak ada,” ujarnya.

Hanya berselang dua jam setelah membeli ponsel, tim kepolisian datang menyergap hingga Irman membuang ponsel tersebut ke laut.

“Iya memang dibuang ke laut, suami saya panik. Baru kita orang pulau juga memang jarang lihat polisi,” ujarnya.

“Jadi memang suami saya cuma kena sial,” tambahnya.

Setelah menerima kabar suaminya ditangkap, Salami langsung ke Makassar untuk menjemput anaknya.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga