Logo Sulselsatu

Santri di Sumbar Tewas Dikeroyok di Pondok Pesantren

Asrul
Asrul

Selasa, 19 Februari 2019 23:30

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumatera Barat, RA tewas usai diduga dikeroyok 19 rekannya sesama santri. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 17 santri sebagai tersangka yang semuanya berstatus di bawah umur.

“Kami sudah gelar perkara dan 17 santri ditetapkan sebagai anak pelaku. Sebutan untuk tersangka yang berusia di bawah umur,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Inspektur Satu Kalbert Jonaidi di Padang Panjang, Sabtu (16/2), seperti dikutip dari Antara.

Kalbert mengatakan usia terduga 17 santri itu berkisar antara 15 sampai 16 tahun. Mereka melakukan pengeroyokan diduga sebanyak tiga kali dalam tiga hari yakni Kamis (7/2), Jumat (8/2) dan Minggu (10/2).

Baca Juga : VIDEO: Ditangkap Polisi, Pelaku Penganiayaan Perawat di Palembang Meminta Maaf

Polisi mengetahui peristiwa ini pertama kali dari paman korban yang datang melapor ke Polsek X Koto, Selasa (12/2) pekan lalu.

Sponsored by MGID

Saat itu paman korban melaporkan korban jadi korban kekerasan hingga tidak sadarkan diri dan dirawat di RSUP M Jamil, Padang.

Aksi pengeroyokan ini dipicu oleh korban yang diduga korban mengambil barang milik santri lain tanpa izin. Kalbert mengatakan korban diduga beberapa kali mencuri barang milik temannya seperti ponsel, pengeras suara dan lain-lain.

Baca Juga : Jadi Korban Penganiayaan, Keluarga Desak Pelaku Ditangkap Polisi

Dari hasil pemeriksaan, Kalbert menuturkan para pelaku mengaku marah karena korban sudah mengakui kesalahan dan minta maaf, tapi tetap saja mencuri.

Pengeroyokan membuat RA tak sadarkan diri. Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang. Namun, karena kondisinya parah, kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil, Padang.

Dilansir dari Detikcom, Kapolsek X Koto, Ajun Komisaris Rita Sunarya mengatakan korban dilarikan ke RSUP M Djamil, Minggu (10/2) pekan lalu. Saat itu RA langsung dirawat intensif di Ruang Observasi Intensif (ROI).

Baca Juga : Polsek Sinjai Barat Ringkus Pelaku Penganiayaan

Diagnosa awal, pasien mengalami gangguan pada bagian kepala dengan tingkat kesadaran 6 persen. Pasien diduga mengalami geger otak dan mengalami Trauma Thoraks atau cedera di bagian dada.

Nyawa RA tak tertolong. Dia mengembuskan nafas terakhir di RS M Djamil Padang pada Senin (18/2) kemarin, setelah sempat tak sadarkan diri selama lebih dari satu pekan.

Pejabat pemberi informasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, mengatakan korban diketahui meninggal dunia sekitar pukul 06.22 WIB.

Baca Juga : Polsek Sinjai Barat Ringkus Pelaku Penganiayaan

Kalbert mengungkapkan sampai saat ini para santri yang telah ditetapkan sebagai anak pelaku tidak ditahan sesuai dengan permintaan sekolah dan orang tua.

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 Desember 2021 11:37
Transaksi Agen BRILink Tembus Rp1.000 Triliun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran AgenBRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tet...
Lifestyle03 Desember 2021 22:46
Rajai Penjualan PT SJAM, Desain Keren dan Futuristik Jadi Pemikat Utama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Selama tahun 2021 ini, Nmax jadi motor terlaris dalam penjualan PT Suracojaya Abadimotor (SJAM). Total, sudah ada 32....
Makassar03 Desember 2021 21:36
Peringatan Hari Ibu, Indira Jusuf Ismail Sampaikan Makna Hari Ibu
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, mengingatkan kembali akan makna hari ibu kepada generasi muda pada m...
Sponsored by MGID
Adventorial03 Desember 2021 21:03
Loker RS dr HAH Parepare, Taufan Pawe : Pendaftar Sudah 21.894, Yang Dibutuhkan Hanya 100 Orang
SULSELSATU.com, Parepare — Pendaftar lowongan kerja bagi formasi PTT non ASN di Rumah Sakit Regional dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare capai ...