Pungli Sertifikat Tanah, Kepala BPN Jeneponto: Laporkan

149
Kepala BPN Jeneponto, Marliana. (Sulselsatu/Dedi)

SULSELSATU.com,JENEPONTO – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jeneponto, Marliana menyarankan masyarakat untuk melapor ke pihak kepolisian jika merasa menjadi korban dari oknum yang melakukan pungutan liar pada proses penerbitan sertifikat tanah.

“Itu hak pemohon kalau merasa keberatan, silakan dilaporkan. Tapi sebelumnya sebaiknya konfirmasi ke pak lurah/desa karena dalam hal ini tidak ada keterlibatan BPN,” ujar Marliana kepada Sulselsatu.co,, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Sertifikat Tanah Gratis Hanya Hoaks, Di Jeneponto Bayar Rp250 Ribu per Orang

Menurut Marliana, penerbitan sertifikat tanah melalui program pemerintah pusat yakni Tanah Sistematik Lengkap (PTSL), masyarakat dibebankan maksimal Rp250 ribu sesuai peraturan bupati (perbup).

Baca juga: Pekan Depan BPN Jeneponto Akan Bagikan Sertifikat Tanah “Gratis”

“Kalau untuk biaya persiapan pelaksanaan PTSL yang menjadi beban masyarakat itu hanya untuk patok, materai dan penyiapan dokumennya, maksimal Rp250 ribu dan kalau lebih menurut saya itu diluar ketentuan dan termasuk pungutan liar,” katanya.

Dia mengatakan, tahun 2019 ini, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, menjadi titik program PTSL. Sebanyak 3.500 sertifikat tanah yang akan diterbitkan oleh BPN pada Mei mendatang.

“2019 baru saja dimulai (PTSL), saya target bulan Mei sudah ada penyerahan (sertifikat) sebagian,” katanya.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya

 

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga