Pailit, Hukuman Denda Bos Abu Tours Rp800 Juta Dinilai Tak Pantas

Ketiga terdakwa kasus Abu Tours saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (13/2/2019). (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)
images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua petinggi utama travel umroh Abu Tours, Hamzah Mamba beserta istrinya, Nursyariah Mansyur telah menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. 

Untuk terdakwa Hamzah, ia dijatuhi vonis hukuman penjara 20 tahun serta denda Rp500 juta. Sedang Nursyariah dijatuhi vonis 19 tahun penjara serta denda Rp300 juta.

Atas putusan tersebut, tim kuasa hukum terdakwa memastikan kliennya mengajukan banding sebagai langkah penolakan putusan. 

Salah satu kuasa hukum terdakwa, Eflin Rotua Sinaga mengatakan, langkah banding kliennya juga dimaksudkan untuk menolak putusan denda yang total jumlahnya mencapai Rp800 juta. 

“(tolak denda) itu salah satu atau beberapa bahan yang akan kita bawa banding nanti,” ujar Eflin, Jumat (22/2/2019). 

Eflin menerangkan, denda itu dirasa berlebihan lantaran kedua kliennya itu telah dipailitkan dalam putusan sidang PKPU Abu Tours beberapa waktu lalu. 

“Saya kembali ke perkara perdata, jadi Abu Tours itu, Ibu Ria secara individu, Hamzah Mamba secara individu telah dipailitkan,” ujar Eflin. 

“Orang yang sudah dipailitkan itu, semua hartanya, kepengurusan hartanya diambil oleh kurator, gitu kan. Tapi dia kemudian didenda lagi Rp300 juta, Rp500 juta, itu (mau ambil uang) dari mana,” tambahnya. 

Untuk diketahui, hukuman denda majelis hakim tersebut melebihi tuntutan jaksa penuntut umum yang hanya meminta para terdakwa didenda Rp100 juta. Besaran denda akhirnya sempat juga disoroti oleh Jaksa Penuntut Umum, Nana Riana. 

Ia beralasan, semakin banyak hukuman denda terdakwa, maka dapat mengurangi jumlah harta yang disita kurator untuk selanjutnya dibagikan kepada jemaah selaku kreditur terbanyak. 

Penulis: Hermawan Mappiwali 
Editor: Awang Darmawan