Akhirnya Tersangka Pemalsuan Sertifikat Lahan PT Jafpa Dijebloskan ke Penjara

58

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan sertifikat lahan yang dibeli perusahaan pakan ternak PT. Jafpa, Panca Trisna langsung akhirnya dijebloskan ke penjara Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar, Selasa (26/2/2019) malam.

Tersangka Panca dijebloskan ke tahanan usai pihak penyidik Dit Reskrimum Polda Sulsel menuntaskan proses hukum tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel yang kemudian diteruskan ke Kejaksaan Negeri Makassar.

“Tersangkanya langsung dibawa ke Rutan,” ujar Jaksa dari Seksi Pidana Umum Kejari Makassar, Tabrani.

Sedangkan satu tersangka lainnya, pensiunan BPN Makassar bernama Sudarni hanya dikenakan tahanan kota. Dalam rekam medisnya ia menderita kanker usus.

“Tidak bisa kita tahan dia karena ada penyakitnya, kanker usus,” terang Tabrani di lokasi.

Pantauan Sulselsatu, proses tahap dua yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita baru dituntaskan oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan hingga pukul 22.46 Wita, Selasa malam. Artinya, nyaris 9 jam lamanya dua institusi menggarap tersangka.

Dalam kondisi itu, pihak Kejaksaan mengaku butuh waktu lebih dalam memeriksa berkas dan barang bukti kedua tersangka.

“Sedang diteliti barang buktinya oleh Jaksa P16 A,” ujar Asisten Pengawasan Kejati Sulsel sekaligus Plt Asi Pidum Kejati Sulsel, Marwito yang sebelumnya juga berada di lokasi.

Seperti diketahui, kasus ini mulai diproses pihak Kepolisian pada 2017 lalu, saat Muh. Basir selaku ahli waris menggugat lahan seluas 6,2 hektar yang dikuasai oleh perusahan pakan ternak, PT. Jafpa Comfeed Indonesia Tbk.

Lahan tersebut diketahui berada di Kampung Bontomanai, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dalam perkembangan kasusnya, lahan seluas 6,2 hektar milik ahli waris, Muh Basir dijual oleh pria bernama (almarhum) Hendro Susantio kepada tersangka Panca Trisna dengan dugaan pemalsuan dokumen kepemilikan tanah.

Sedang tanah tersebut kembali dijual tersangka ke PT. Jafpa.

Muh. Basir selaku ahli waris justru tak mengetahui lahannya telah dijual.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan adanya tindak pidana pemalsuan sertifikat

Hingga akhirnya, lahan yang dimaksud mulai dipasangi police line oleh pihak Kepolisian pada Rabu, 7 Februari 2018 silam.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

NasDem Yakin Masuk Tiga Besar, 100 Kursi di DPR

SULSELSATU.com, JAKARTA - Partai NasDem kian optimistis menatap Pemilu...

Amar Ungkap Efek Prabowo-Sandi Untungkan Caleg Gerindra di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota...

Polres Jeneponto Gelar Apel PAM dan Simulasi Jelang Pemilu 2019

SULSELSATU.com,JENEPONTO - Polres Jeneponto menggelar apel pengamanan Pemilu 2019...

Baca Juga