Kepada Pelaku, Korban Begal Tunjukkan Tangannya yang Buntung

25

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Korban begal sadis, Imran alias Illang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus begal potong tangan di PN Makassar, Selasa (26/2/2019) siang. 

Mahasiswa Politeknik Makassar itu diminta majelis hakim untuk memperlihatkan tangannya yang buntung. 

“Coba kamu keluarkan tanganmu yang putus itu,” ujar hakim ketua, Bambang Nurcahyono di persidangan. 

Imran pun mengeluarkan tangan kirinya yang buntung lalu meperlihatkannya kepada majelis hakim, jaksa dan pengacara terdakwa. 

“Hei coba kamu lihat tangannya itu,” ujar hakim kepada dua terdakwa pelaku begal, Firman dan Aco. 

Kedua pelaku begal yang awalnya menunduk pun mengangkat kepala dan melihat hasil perbuatannya. 

Dalam kesaksiannya pula, Imran diminta membeberkan kronologi awal mula ia menjadi korban begal sadis. Imran pun bercerita bahwa pada malam itu ia bertolak dari kampusnya menuju rumah tantenya di Jalan Datuk Ribandang II, Kelurahan Lalatang, Kecamatan Tallo, Makassar. 

“Kenapa bisa mahasiswa pulang selarut itu?,” tanya hakim. 

“Saya berorganisasi Pak, makanya pulang malam,” jawab Imran. 

“Oh sudah, lanjut cerita kamu,” ujar hakim. 

Dijelaskan Imran, ia sebenarnya tinggal di Jalan Abu Bakar Lambogo, namun temannya, Haerul sedang berada di rumah tantenya di Jalan Datu Ribandang II tersebut sehingga ia pun pulang kesana.

Sesampai di rumah yang dimaksud, Imran meminta Haerul untuk membukakan pagar. Namun belum sampai Haerul datang membukakan pagar rumah, dua begal, Firman dan Aco datang melakukan aksi begalnya. 

Imran pun mengaku sempat melarikan diri namun kedua pelaku berhasil mengejarnya. 

“Yang pakai sweater hitam (Firman) yang tebas saya. Yang satunya lagi (Aco) juga kejar saya tapi tidak turun dari motor,” ujar Imran. 

Saat ditebas, Imran refleks menangkis dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya memegang Samsung J7 Prime miliknya. 

Nahas, sekali tebas tangan Imran putus. Saat pelaku Firman meminta ponselnya, Imran memilih membuangnya yang kemudian dipungut pelaku lalu melarikan diri. 

Sedang Imran, dengan tangan kanannya memungut telapak tangan kirinya yang putus. Ia pun bergegas menemui Haerul yang sudah datang untuk dibawa ke rumah sakit. 

Korban sendiri dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bross untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, tangan Imran tak dapat disambung lagi. 

Penulis: Hermawan Mappiwali 
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

NasDem Yakin Masuk Tiga Besar, 100 Kursi di DPR

SULSELSATU.com, JAKARTA - Partai NasDem kian optimistis menatap Pemilu...

Amar Ungkap Efek Prabowo-Sandi Untungkan Caleg Gerindra di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota...

Polres Jeneponto Gelar Apel PAM dan Simulasi Jelang Pemilu 2019

SULSELSATU.com,JENEPONTO - Polres Jeneponto menggelar apel pengamanan Pemilu 2019...

Baca Juga