Logo Sulselsatu

Benjamin Netanyahu Bakal Diadili karena Skandal Korupsi

Asrul
Asrul

Jumat, 01 Maret 2019 11:44

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (int)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (int)

SULSELSATU.com, TEL AVIV – Posisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terancam. Ia bakal diadili atas skandal korupsi.

Namun, Netanyahu beralasan, tuduhan korupsi terhadapnya selama ini merupakan pembunuhan karakter yang ditujukan untuk menggulingkan rezimnya. Dia mengatakan tetap ingin memegang jabatan itu untuk waktu yang lama.

“Kaum poros kiri tahu bahwa mereka tidak bisa mengalahkan kami (poros kanan) dalam pemilu. Jadi selama tiga tahun terakhir, mereka terus melakukan pembunuhan karakter yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan itu dilakukan untuk satu tujuan, untuk menggulingkan pemerintah sayap kanan yang saya pimpin,” kata Netanyahu pada Kamis (28/2).

Baca Juga : Pengamat Minta KPK Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Korupsi NA: Diduga Sejumlah Kepala Daerah Ikut Terlibat

Pernyataan itu diutarakan Netanyahu dalam sebuah wawancara di televisi nasional, beberapa jam setelah Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, berencana mendakwanya atas tuduhan korupsi.

Sponsored by MGID

Rencana mendakwa Netanyahu terjadi enam pekan menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung April mendatang.

Dalam wawancara tersebut, raut wajah Netanyahu tampak murung terutama saat dirinya bercerita tentang keluarganya yang terus diinterogasi terkait penyelidikan kasus korupsi.

Baca Juga : VIDEO: Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Dia menuduh lawan-lawan politiknya memberikan tekanan terus menerus dan tak manusiawi pada Mandelblit, sehingga terpaksa mempertimbangkan untuk menjatuhkan dakwaan terhadap dirinya.

“Hal utama adalah untuk mempengaruhi pemilu, bahkan kita tahu bahwa permainan ini akan sepenuhnya berakhir setelah pemilihan,” papar Netanyahu seperti dikutip CNNIndonesia dari AFP.

Tuduhan korupsi telah menjerat Netanyahu sejak awal 2017 lalu. Dia diduga terlibat dalam tiga kasus korupsi yang berbeda.

Baca Juga : Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Pertama, Case 1000. Dalam perkara ini Netanyahu dan keluarganya dituduh menerima gratifikasi berupa sampanye, cerutu, dan sejumlah perhiasan dari produser Hollywood yang merupakan warga Israel, Arnon Milchan, dan pebisnis asal Australia, James Packer, dalam kurun waktu 2007 sampai 2016.

Hadiah-hadiah itu disebut diberikan kepada Netanyahu sebagai imbalan karena telah memberikan “bantuan politik.” Hingga kini, penyelidikan polisi masih berkutat untuk mengungkap bantuan politik seperti apa yang diberikan oleh Netanyahu.

Kasus kedua disebut Case 2000. Netanyahu dituduh melobi Arnon Mozes, seorang pemilik surat kabar ternama Israel, Yedioth Ahronoth, terkait permintaan pemberitaan positif. Sebagai gantinya, Netanyahu yang berkuasa sejak 2009 bersekongkol dengan menerbitkan aturan pemerintah dan sejumlah cara lain untuk menekan pertumbuhan surat kabar pesaing Yediot, Israel Hayom.

Baca Juga : Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Dalam perkara kedua, Netanyahu bersama Mozes disangka terlibat suap, rekayasa, dan penyalahgunaan wewenang.

Perdana Menteri Israel kesembilan itu juga terjerat skandal korupsi Case 4000. Dalam kasus ini, Netanyahu dituding memberikan kelonggaran regulasi bagi perusahaan telekomunikasi Israel, Bezeq Telecom.

Dikutip Reuters, sebagai imbalan, Netanyahu dan sang istri, Sara, mendapat pemberitaan positif dari sebuah portal berita Walla yang terkait dengan Bezeq Telecom.

Baca Juga : Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Meski telah diperiska sebanyak sembilan kali, Netanyahu belum juga ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Kepolisian bahkan telah dua kali merekomendasikan jaksa untuk segera mendakwanya karena bukti sudah cukup.

Sementara itu, berdasarkan konstitusi Israel, seorang PM tidak harus mundur ketika masih berstatus terdakwa. Dia hanya diminta mundur jika dinyatakan bersalah dan setelah melalui proses banding. Hal itu diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

 

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 November 2021 08:07
Wali kota Danny Tanggung Biaya Pengobatan Kedua Mahasiswa Korban Pertikaian
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota, Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menjenguk kedua korban pertikaian mahasiswa asal kabupaten Lu...
Makassar30 November 2021 00:04
Saksikan Penyerahan DIPA Oleh Jokowi, Danny Harap Antisipasi Penanganan Covid-19 Gelombang III
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menyaksikan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA...
Breaking News29 November 2021 23:25
Terbukti Bersalah, Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah terbukti bersalah oleh Majelis Hakim. Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim...
Sponsored by MGID
Makassar29 November 2021 23:07
Plt Gubernur Sulsel Hadiri Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan DD Tahun 2022
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Da...