Produser Dilan 1991 Soal Demo di Makassar: Makin Didemo, Makin Full

18
Dilan 1991. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Produser Dilan 1991 Odie Mulya Hidayat ikut menanggapi aksi protes yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Makassar terhadap filmnya. Ia mengaku tidak terganggu dengan demo dan protes, bahkan justru senang karena Dilan 1991 tetap banyak yang menonton.

“Saya seneng aja (didemo), karena makin didemo makin full,” ujarnya enteng dalam pemberian rekor MURI terhadap Dilan 1991 di Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (4/3/2019).

Awalnya, Odie mengaku kaget akan soal demo itu. Namun menurutnya itu hanya dilakukan segelintir oknum yang tidak paham, bahkan belum menonton film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla itu. Ia pun sudah bernegosiasi dengan mereka.

“Kan kata mereka Dilan itu mengandung konten nafsu syahwat, ada kekerasan. Katanya ada ciuman, saya tanya ‘menit keberapa?’ Kata dia menit 19, padahal itu tidak benar,” ia bercerita. Ia pun menganggap mereka yang memprotes sekadar menebak isi film Dilan 1991.

Dilan 1991, katanya, tak hanya diprotes satu pihak. Ia sampai harus menghadapi dua kali protes dari pihak yang berbeda. Namun dipastikan itu tidak mengganggu Dilan 1991.

“Dilan diapresiasi sangat baik di sana, sampai bioskop full,” ujarnya.

Ia mengimbau, jika ada protes lain soal Dilan 1991, sebaiknya dilayangkan ke Lembaga Sensor Film (LSF), bukan bioskop atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Menurut LSF film ini (untuk) 13 tahun kok. Kalau ada seksnya itu gimana?” kata Odie lagi.

Ia khawatir itu mengganggu film nasional dan karya anak bangsa.

Lihat juga: Kemendikbud Respons Protes terhadap ‘Dilan 1991’ di Makassar

Dilan 1991 menjadi fenomena baru di industri perfilman Indonesia. Baru dirilis 28 Februari lalu, film itu meraih lebih dari 2 juta penonton pada hari ketiga. Penghasilan kotornya dari penjualan tiket bahkan sudah mengalahkan debut Avengers: Infinity War di Indonesia.

“Saya senang bisa mengalahkan Avengers. Semoga film lokal bisa merajai negeri sendiri,” ujar Odie, yang menargetkan Dilan 1991 bisa mengalahkan Warkop DKI Reborn.

Film pertama Warkop DKI Reborn tercatat mencapai 6,8 juta penonton. Sementara Dilan 1990 mencapai 6,3 juta saat dirilis tahun lalu.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga