Sidang Tuntutan Pembunuhan di Tinumbu Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

21
Keluarga korban pembunuhan dan pembakaran rumah di Tinumbu di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (13/12/2018). (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Agenda sidang pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu, Tallo, Makassar tak jadi digelar hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (4/3/2019) kemarin. 

Pasalnya, jaksa penuntut umum, Andi Zulkifli Herman belum merampungkan berkas tuntutan kepada kedua terdakwa bernama Muhammad Ilham Agsari alias Ilho dan Sulkifli Amir alias Ramma.

“Ditunda. Tuntutan belum siap,” ujar Zulkifli.

Penundaan ini tampaknya tak direspon baik dengan keluarga korban, Amir, ayah dari salah satu korban meninggal yang bernama Ahmad Fahri alias Desta. Ia mengaku cukup menyesalkan ketidaksiapan jaksa. 

“Dia telepon ka itu jaksanya bilang ditunda, saya bilang aduh, kenapa ditunda terus ini,” ujar Amir. 

“Alasannya karena tuntutan belum rampung, jadi saya bilang kenapa belum rampung na kita (dia) yang bikin itu,” tambahnya. 

Sikap Amir itu tidak serta merta ia tunjukkan. Pasalnya, sidang kasus pembunuhan anaknya selama ini memang kerap terpaksa ditunda, terutama lantaran tiga tersangka penganiayaan sebelum anaknya tewas tak pernah sama sekali menghadiri persidangan sebagai saksi, kendati telah berulangkali dipanggil. 

Selain itu, kata Amir, ia dan para keluarganya sudah sejak lama menunggu sidang tuntutan terhadap terdakwa pembunuh anaknya. 

“Saya sudah hubungi keluarga ke sana tapi tiba-tiba jaksanya telepon saya,” ujar dia. 

Akibat penundaan ini, sidang kasus pembunuhan tersebut diagendakan kembali digelar pada Selasa, 12 Maret 2019 mendatang. 

Seperti diketahui, kasus pembakaran berujung tewasnya enam orang di Jalan Tinumbu tersebut terjadi pada Senin 6 Agustus 2018 dini hari. 

Dua terdakwa dalam kasus ini membunuh dengan cara membakar rumah Sanusi (salah satu korban) karena mendapat perintah dari otak yang juga narapidana di Lapas klas IA Makassar, Akbar Ampuh.

Akbar Ampuh mengotaki pembunuhan sadis itu setelah geram terhadap cucu Sanusi, Ahmad Fahri yang tidak membayar hutang piutang narkobanya sebesar Rp29 juta.

Namun berkas perkara Akbar Ampuh sendiri telah diberhentikan usai dua bulan setelah aksinya diketahui dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia nekat bunuh diri di ruang tahanan isolasi di LapasMakassar.

Sedang kedua terdakwa terancam hukuman mati usai didakwa pasal berlapis oleh jaksa dengan dakwaan primair Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, kedua terdakwa juga didakwa Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta pasal 187 ayat (3) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

NasDem Yakin Masuk Tiga Besar, 100 Kursi di DPR

SULSELSATU.com, JAKARTA - Partai NasDem kian optimistis menatap Pemilu...

Amar Ungkap Efek Prabowo-Sandi Untungkan Caleg Gerindra di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota...

Polres Jeneponto Gelar Apel PAM dan Simulasi Jelang Pemilu 2019

SULSELSATU.com,JENEPONTO - Polres Jeneponto menggelar apel pengamanan Pemilu 2019...

Baca Juga