Logo Sulselsatu

Eggi Sudjana Minta Jokowi Didiskualifikasi, Ancam Duduki Kantor Bawaslu

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Maret 2019 18:43

Eggi Sudjana Minta Jokowi Didiskualifikasi, Ancam Duduki Kantor Bawaslu

SULSELSATU.com – Koalisi Masyarakat Anti Hoaks mengancam menduduki kantor Bawaslu RI, kalau laporannya soal Capres nomor urut 1 Jokowi diduga banyak melakukan kebohongan, tak ditindaklanjuti.

Kuasa Hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks, Eggi Sudjana mengatakan terdapat dua poin yang dilaporkan kepada Bawaslu RI pada 19 Februari 2019.

Pertama, kata dia, koalisi melaporkan soal data yang disampaikan Jokowi saat debat kedua antarcapres beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Eggi Sudjana Kirim Surat ke Jokowi Minta Kasus Makarnya Disetop

“Misalnya klaim data BPS soal impor ternyata beda jauh, klaim bangun jalan, infrastruktur. Padahal jalan itu sudah dimulai sejak presiden sebelumnya bahkan zaman Belanda. Itu kan sangat pembohongan publik,” kata Eggi di Sekretariat Nasional Prabowo – Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019) dilansir Suaracom.

Sponsored by MGID

Eggi juga menyampaikan, kliennya telah memperbaharui laporannya, dan kekinian fokus melaporkan pernyataan Jokowi soal dana WNI Rp 11 ribu triliun ada di luar negeri yang diduganya bohong.

Pasalnya, saat Prabowo melontarkan pernyataan mengenai dana Rp 11 ribu triliun milik WNI di luar negeri dalam debat, Jokowi menantang agar sang rival untuk menunjukkan data.

Baca Juga : Ditangguhkan, Eggi Sudjana Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Padahal, kata dia, Jokowi pernah menyampaikan pernyataan yang sama tersebut pada tahun 2016.

“Ini kan pikun presiden, sangat akut. Presiden pembohong dan presiden pikun,” ujarnya.

Bawaslu, sambung Eggi, berjanji memproses laporan tersebut hingga 14 hari ke depan. Artinya, Bawaslu akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pernyataan Jokowi tersebut pada hari Jumat (8/3) pekan ini.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Namun, Eggi memastikan, bakal menduduki kantor Bawaslu RI kalau lembaga tersebut tidak menyebut Jokowi bersalah dan didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

“Tanggal 8 Maret, kalau jawaban dari Bawaslu tidak benar, maka kita mulai hari Seninnya bakal menduduki Bawaslu. Lebih baik begitu, untuk apa ada pemilu ujungnya curang juga,” tuturnya.

“Kami minta Bawaslu mendiskualifikasi (putus Jokowi bersalah). Tahapan pemilu berikutnya janganlah ikut lagi.”

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama20 Oktober 2021 14:26
Hadiri Pelantikan Pengurus GP Ansor Jeneponto, Ini Harapan Sekda
SULSELSATU.com, Jeneponto – Sekretaris Daerah Jeneponto, Syafruddin Nurdin hadir langsung dalam Pelantikan Pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor ...
Ekonomi20 Oktober 2021 13:50
PLN Kembali Tambah Pasokan Listrik ke PT HNI di Bantaeng 90 MVA
SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) kembali menyalurkan tambahan daya listrik sebesar 90 Mega Volt Ampere (MVA) ke PT Huadi Nickel-Alloy Ind...
Makassar20 Oktober 2021 13:36
4 Tahun Komunitas Perempuan, Ini Harapan Ketua TP PKK Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail secara resmi membuka kegiatan seminar yang digelar oleh Komunitas Per...
Sponsored by MGID
Sulsel20 Oktober 2021 13:23
Program Kebut Vaksinasi TP PKK Gowa Dapat Penghargaan Pemprov Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kerja-kerja kemanusiaan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa khususnya dimasa pandemi Covid-19 tak hanya diapresiasi...