Logo Sulselsatu

Gagal Selidiki Dugaan Penyelewengan Bansos, Polres Gowa Dituding Tak Paham Juknis

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Maret 2019 19:21

Yulianti (kiri), Amiruddin (tengah) dan Andi Raja Nasution (Kanan) saat ditemui awak media, Selasa (5/3/2019) sore. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali).
Yulianti (kiri), Amiruddin (tengah) dan Andi Raja Nasution (Kanan) saat ditemui awak media, Selasa (5/3/2019) sore. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyidik Polres Gowa dianggap tak memahami petunjuk teknis alias juknis saat mencoba menyelidiki dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) berupa bantuan pangan non tunai di Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Gowa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gowa, Amiruddin.

“Dari pihak kepolisian mungkin belum menyimak betul isi dari pedoman dan petunjuk teknis penyaluran bantuan pangan non tunai,” ujar Amiruddin saat ditemui awak media di Jalan Hertasning, Selasa (5/3/2019) sore.

Baca Juga : Pantau Vaksinasi Covid-19 di Pattallassang, Wabup Gowa Imbau Disiplin Protkes

Awal mula penyelidikan Polres Gowa versi PKH

Sponsored by MGID

Menurut Amiruddin, penyelidikan Polres Gowa terhadap dugaan penyelewengan Bansos bermula saat aparat Polsek Pallangga mengamankan bantuan pangan non tunai berupa 10 karung beras serta 50 butir telur di Desa Panakkukang.

Penyitaan beras dan telur tersebut dilakukan lantaran dianggap sebagai barang bukti dalam dugaan penyelewengan Bansos. Pendamping PKH di Desa Panakkukang yang bernama Yulianti pun dituding menyalahi prosedur dalam menyalurkan bantuan pangan non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca Juga : Pemkab Gowa Resmi Miliki Tim Keamanan Siber

Amiruddin menjelaskan, dasar polisi menuding bawahannya saat itu adalah bahwa bantuan pangan non tunai yang disalurkan kepada KPM seharusnya 6 kilogram beras serta satu rak telur. Jika di luar itu, maka dianggap menyalahi prosedur.

Padahal, kata Amiruddin, patokan 6 kilogram beras serta satu rak telur tersebut sama sekali tidak pernah diatur dalam juknis penyaluran Bansos pangan non tunai.

“Penyalahgunaan yang dialamatkan yaitu beras yang dipakai memang tidak diatur dalam pedoman ini, namun karena pada saat itu, KPM meminta maka beras itu dipakai,” ujar Amiruddin.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Target Vaksin 8 Ribu Warga Tiap Hari

Sementara itu, Yulianti selaku pendamping PKH setempat pun mengaku bahwa setiap KPM menerima bantuan pangan non tunai senilai Rp110 ribu. Dengan nilai tersebut lah para KPM dapat memesan pangan sesuai keperluannya.

Artinya, jika para KPM menginginkan lebih banyak telur atau sebaliknya sah-sah saja, yang penting nilainya tidak di luar dari angka Rp110 ribu tersebut.

Setelah penyitaan beras dan telur itu, penyidik Polres Gowa sendiri telah memanggil Yulianti untuk memberikan keterangan pada awal Februari 2019 lalu dan diperiksa 12 jam lamanya.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Target Vaksin 8 Ribu Warga Tiap Hari

Yulianti pun mengaku telah memberikan klarifikasi seperti apa yang dipahaminya. Namun Yulianti juga dituding menyalahi aturan lantaran menunjuk suaminya sendiri sebagai agen atau pemilik toko yang memasok pangan bagi para KPM.

Namun bagi Yulianti, hal tersebut adalah kemauan para KPM yang ia dampingi. Ia pun mengaku mengamini lantaran tidak ada aturan yang melarang menunjuk keluarga sebagai agen, selagi penyalurannya tepat, tidak ada masalah.

“Aturan di pedoman, si penerima bebas membeli di semua warung yang dia maui (termasuk di warung suami saya),” ujar Yulianti di lokasi yang sama.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Target Vaksin 8 Ribu Warga Tiap Hari

“Jadi saya menggunakan itu atas keinginan masyarakat sendiri dan jumlah besar atas kesepakatan rapat sebelumnya dengan si penerima pada tanggal 25 Januari (2019),” tambahnya.

Polres Gowa hentikan penyelidikan

Pasca-menerima klarifikasi dari Yulianti, penyidik Polres Gowa kemudian disebut menghentikan penyelidikan.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Target Vaksin 8 Ribu Warga Tiap Hari

Hal itu dikatakan Andi Raja Nasution selaku kuasa hukum Yulianti. Bahkan, penyidik mengembalikan 10 karung beras serta 50 butir telur yang telah diamankan sebelumnya kepada Yulianti.

“Kalau dikembalikan berarti polisi menghentikan penyelidikan, dan memang tidak ada yang salah,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Polres Gowa yang coba dikonfirmasi Sulselsatu melalui Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dan Kabag Humas AKP Mangatas Tambunan sejauh ini belum memberikan tanggapannya atas tudingan ini.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Target Vaksin 8 Ribu Warga Tiap Hari

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

 

 

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Breaking News04 Desember 2021 12:57
Usai Viral, Siswi yang Lamar Pria di Pinrang Alami Gangguan Psikis Karena Sering di Bully
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Usai kisahnya viral karena melamar pria di Pinrang, siswi kelas III SMP di Kabupaten Pinrang, Sulsel sering jadi baha...
Ekonomi04 Desember 2021 11:37
Transaksi Agen BRILink Tembus Rp1.000 Triliun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran AgenBRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tet...
Lifestyle03 Desember 2021 22:46
Rajai Penjualan PT SJAM, Desain Keren dan Futuristik Jadi Pemikat Utama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Selama tahun 2021 ini, Nmax jadi motor terlaris dalam penjualan PT Suracojaya Abadimotor (SJAM). Total, sudah ada 32....
Sponsored by MGID
Makassar03 Desember 2021 21:36
Peringatan Hari Ibu, Indira Jusuf Ismail Sampaikan Makna Hari Ibu
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, mengingatkan kembali akan makna hari ibu kepada generasi muda pada m...