Protes Jembatan Reklamasi, Nelayan Kampung Baru Dadap Ditangkap Polisi

- Advertisement -

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waisul Kurnia, ditangkap polisi pada Rabu (6/3/2019) malam. Ia ditangkap menyusul komentarnya terkait pembangunan jembatan penghubung pulau reklamasi.

Petugas kepolisian Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menjemput Waisul di rumahnya, wilayah Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 19.30 WIB. Pria 35 tahun itu kemudian didampingi pengacara dari Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) selama di Polda.

Direktur Eksekutif PAPD Marthen Siwabessy mengatakan penangkapan itu terjadi karena Waisul tak memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian pada Senin (4/3). Menurut Marthen, panggilan polisi terbilang mendadak. Waisul pun tidak datang karena tak bisa meninggalkan pekerjaan hari itu.

“Rabu kemarin (Waisul) terpaksa dijemput di rumah. Sebenarnya enggak ada penjemputan paksa, kalau dilihat dari prosedur,” kata Marthen, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (8/3/2019).

- Advertisement -

Saat itu, Waisul menolak langsung diperiksa karena sudah larut malam. Tim advokat juga menganjurkan agar pemeriksaan dilakukan keesokan hari.

“Dia bukan tersangka teroris, makar, atau apa. Ini kan (tersangka) ujaran kebencian, dan semua orang ngerti pasal itu pasal melar, enggak jelas,” kata Marthen.

Marthen mengatakan Waisul baru diperiksa sekitar pukul 17.30-23.30 WIB, Kamis (7/3). Polisi melayangkan sekitar 45 pertanyaan. Menurutnya, pemeriksaan berjalan tanpa ada tekanan yang membuat Waisul tak tenang.

“Hari ini (Kamis) pemeriksaan selesai. Waisul diperbolehkan pulang malam ini, tapi pemeriksaan tidak berhenti. Kalau ada pemanggilan, dia tetap kooperatif datang,” ujar Marthen.

Pada September 2018, Waisul ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui media elektronik terhadap PT Kapuk Naga Indah (KNI). 

Dia dijerat pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 Jo pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 A ayat 2 Jo pasal 36 UU Nomor 19 Tahun 2016 perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 15 dan 24 UU No. 1 Tahun 1946, pasal 310 dan 311 KUHP.

“Statusnya tetap sebagai tersangka, cuma dia tidak ditahan,” ujar Marthen.

Tim PAPD lainnya, Charles Benhard mengatakan kasus ini merupakan tindak lanjut atas laporan kepolisian oleh kuasa hukum PT KNI, Reinhard Halomoan. Laporan polisi dengan nomor LP/4243/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus itu dibuat pada 10 Agustus 2018.

Dalam perjalanannya, Waisul juga telah menempuh jalur praperadilan pada Februari lalu. Namun majelis hakim memutuskan untuk menolak permohonan praperadilan tersebut. Marthen menilai janggal putusan tersebut karena keterangan saksi ahli tak masuk pertimbangan majelis hakim.

“Mungkin kami laporkan juga hakimnya ke Komisi Yudisial, karena aneh, keterangan saksi ahli enggak ada di pertimbangan majelis hakim,” ujar Marthen.

Usai Wawancara Dipolisikan

Proyek pembangunan jembatan yang disinggung Waisul menghubungkan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dengan Pulau C hasil reklamasi. Jembatan ini dibangun melintang di jalur transportasi kapal nelayan Dadap.

Waisul yang memimpin sekitar 6.000 anggota Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap pun mempertanyakan pembangunan tersebut. Dia menyebut tak ada sosialisasi kepada masyarakat nelayan.

Menurut Marthen, saat sosialiasi pembangunan jembatan itu pihak pengembang justru hanya mengundang pedagang maupun masyarakat yang sehari-hari bukan berprofesi sebagai nelayan.

“Memang proyek pembangunan jembatan yang melewati Kampung Baru, Dadap, ini menyusahkan jalur transportasi nelayan karena ada pendangkalan laut di situ akibat reklamasi,” kata Marthen.

Pada 18 Juli 2018, Waisul diwawancarai sejumlah jurnalis, termasuk CNNIndonesia.com, terkait pembangunan jembatan reklamasi di Dadap. Salah satu media online nasional mengunggah video hasil reportasenya ke Youtube dengan judul “Nelayan Dadap Protes Pembangunan Jembatan”. Di dalamnya memuat pernyataan Waisul yang mempertanyakan kejelasan proyek tersebut. 

Video itu kemudian dijadikan barang bukti untuk melaporkan Waisul ke polisi. Menurut Marthen, pernyataan Waisul yang dianggap mencemarkan nama baik dan mengandung ujaran kebencian yaitu saat menyebut tak ada sosialisasi pembangunan kepada masyarakat nelayan.

“Kami juga lagi pelajari di mana sebenarnya ujaran kebenciannya. Kalau orang diwawancarai media, kemudian hasil wawancaranya dijadikan bukti untuk laporan, maka semua orang (bisa) ditangkap,” katanya.

Dia menilai penetapan tersangka terhadap Waisul merupakan hal yang aneh. Kliennya tiba-tiba dijadikan tersangka sementara mekanisme terkait sengketa pemberitaan tidak dijalankan. Menurutnya, pihak pelapor tidak menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers.

“Kalau menurut kami enggak ada ujaran kebencian di situ,” ujar Marthen. 

Selain Waisul, seorang perempuan juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama. Marthen juga ikut mendampingi selama yang bersangkutan menjalani pemeriksaan.

Saat ini Waisul dan pengacaranya akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan berharap kasus ini dihentikan. Marthen menilai jika kasus ini terus berlanjut, maka proyek tersebut juga akan merugi. 

“Ini terkait reklamasi juga karena Pulau C dan D enggak punya akses ke darat. Pengembang membangun jembatan dari Pulau C ke PIK 2, melalui jalur transportasi nelayan. Itu problemnya. Ketika itu dipertanyakan, katanya ada ujaran kebencian,” ujar Marthen.

Pembangunan jembatan penghubung PIK 2 dan Pulau C mendapat sorotan karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyegel Pulau C dan D proyek reklamasi pada Juni 2018. Penyegelan itu disertai penerbitan Pergub 58 Tahun 2018 tentang Badan Koordinasi Pengelolaan Pantura Jakarta.

Editor: Awang Darmawan

- Advertisement -

Populer

Jokowi Bakal Bertemu Dua Petinggi Parpol Oposisi Hari Ini

SULSELSATU.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Instana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/5/2019). Dilansir CNNIndonesia, Jokowi dijadwalkan...

Pemprov Canangkan Normalisasi Kanal di Makassar Sepanjang 34 Km

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertemuan antara Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dengan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suparji membahas sejumlah persoalan di bidang pengairan di Kota...

Wiranto Sebut Penangkapan Para Tokoh Akan Terus Dilakukan

SULSELSATU.com, JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menegaskan polisi akan terus bertindak tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum. Tindakan tegas ini akan dilakukan tanpa pandang...

Innalillah, Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

SULSELSATU.com, JAKARTA - Kabar duka datang dari ustaz Arifin Ilham. Pimpinan Majelis Zikir Azzikra itu meninggal dunia, Rabu (22/5/2019). Kabar ini disampaikan langsung oleh anaknya,...

Sekkot Makassar Terima Kunjungan Pimpinan Kapal Perang Australia

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sekertaris Kota Makassar, Muhammad Ansar, menerima kunjungan pimpinan kapal HMAS Success, Darren Grogan, di Balai Kota Makassar, Senin (20/5/2019). Kedatangan pimpinan kapal perang...

Mahasiswa Kembali Blokade Jalan Sultan Alauddin, Tuntut Jokowi dan Prabowo Diadili

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar kembali menutup ruas jalan Sultan Alauddin Makassar. Pelbagai perguruan tinggi yang dimaksud di...

Perkara RSUD Makassar Masuk Tahap Pembuktian di KPPU

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar tahun ini tengah memproses tiga perkara yang masih berlanjut. Salah satunya adalah...

FIFA Pastikan Piala Dunia Qatar 2022 Diikuti 36 Negara

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Piala Dunia ke-22 di Qatar 2022 akan diikuti 36 negara. Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengingikan 48 negara mengikuti ajang lima...

GALERI FOTO: Ratusan Korban Gempa dan Tsunami Palu Dirawat di Tenda Pengungsian

SULSELSATU.com, BARRU - Yayasan kemanusiaan Kurir Langit Kabupaten Barru yang berangkat ke Palu Sulawesi Tengah kini berada di lokasi korban gempa dan tsunami, Minggu...

Baca Juga

Lapangan di Parepare Diduga Jadi Tempat Transaksi ‘Esek-esek’ di Malam Hari

SULSELSATU.com, PAREPARE - Lapangan Andi Makkasau atau alun-alun kota dikenal sebagai tempat olahraga dan hiburan bagi masyarakat Parepare. Namun siapa sangka, area itu diduga...

Pemprov Canangkan Normalisasi Kanal di Makassar Sepanjang 34 Km

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertemuan antara Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dengan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suparji membahas sejumlah persoalan di bidang pengairan di Kota...

Jelang Idul Fitri, Kadinsos Selayar Bagi-bagi Sembako

SULSELSATU.com, SELAYAR - Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., yang juga adalah Sekda Kepulauan Selayar memberikan bantuan...

Iqbal Ajak Wahdah Islamiyah Ikut Jaga Kedamaian di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Mewujudkan pesta demokrasi yang damai memang bukan perkara mudah. Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, pun menyerukan kepada seluruh masyarakat di...

Terbaru

Bupati Lutra: Kemenag Penjaga Kerukunan Antarumat Beragama

SULSELSATU.com - Masamba - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menilai Kementerian Agama (Kemenag) sebagai sebuah institusi yang berperan sebagai penjaga kerukunan antarumat beragama....

Bupati Amran Mengutuk Keras Aksi Kerusuhan 22 Mei

SULSELSATU.com - Bupati Wajo Amran Mahmud prihatin sekaligus mengutuk aksi kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada 22 Mei lalu. Dia pun meminta agar para...

“Dilike”, Komunitas Anak-Anak Muda Kreatif Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Perkembangan dunia digital terus menggeliat, seiring dengan itu sejumlah anak-anak muda memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terjun langsung mengambil bagian.   Termasuk yang dilakukan...

Lionel Messi Raih Sepatu Emas yang Keenam

SULSELSATU.com - Lionel Messi kembali meraih trofi Sepatu Emas Eropa usai menjadi top skor La Liga Spanyol dengan torehan 36 gol di sepanjang musim...
video

VIDEO: Penyelamatan Karyawan Istaka dari KKB

SULSELSATU.com - Video amatir ini merekam penyelamatan karyawan Istaka Karya oleh warga dari KKB. Warga setempat menyelamatkan karyawan PT Istaka Karya dari puncak Kabo. Mereka berjalan...