WNI yang Jadi Terdakwa Pembunuhan Kakak Kim Jong-Un Dibebaskan Hakim

SULSELSATU.com, JAKARTA – Siti Aisyah, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, akhirnya dibebaskan hakim.

Melansir Detik, Senin (11/3/2019), Aisyah telah menjalani serangkaian persidangan sejak Oktober 2017. Dia didakwa didakwa mengusapkan gas saraf VX yang mematikan ke wajah Kim Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari 2017. Siti Aisyah pun menyangkal hingga akhirnya dia terkejut dibebaskan hakim.

Pemerintah menyatakan ada proses panjang dalam upaya pembebasan Siti Aisyah. Pemerintah aktif melobi Jaksa Agung Malaysia hingga akhirnya mencabut tuntutan.

Berikut perjalanan kasus hukum Siti Aisyah:

Bekap King Jong Nam

Siti Aisyah diduga telah telah membunuh Jong-Nam dengan racun VX di tengah keramaian Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari 2017 lalu. Racun VX dikategorikan sebagai senjata pembunuh massal oleh PBB dan dilarang penggunaannya di seluruh dunia.

Siti Aisyah mengaku hanya diajak melakukan adegan lelucon acara reality show dan dibayar RM 400 atau setara dengan Rp 1,2 juta untuk mengisengi Jong-Nam. 

Ditangkap di Hotel

Siti Aisyah ditangkap polisi di sebuah hotel di Selangor, Malaysia. Dalam pernyataan resminya, Polisi Diraja Malaysia menyatakan Aisyah ditangkap pada 16 Februari 2017 pukul 02.00 waktu setempat, dua hari setelah Jong-Nam tewas. 

Berstatus Tersangka

Deputi Kepala Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Inspektur Jenderal Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan kepolisian Malaysia menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Dijerat Dakwaan Pembunuhan 

Siti Aisyah dijerat dengan dakwaan sesuai Pasal 302 KUHP tentang pembunuhan. Jika terbukti bersalah, kedua wanita tersebut terancam hukuman mati.

Siti Aisyah diyakini telah memasukkan racun mematikan gas saraf VX ke wajah Kim Jong-Nam pada 13 Februari lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un tersebut meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dalam sidang hari ini, pengamanan di kompleks Pengadilan Sepang sangat ketat dengan kehadiran personel kepolisian bersenjata lengkap, termasuk polisi lalu lintas yang mengatur jalannya arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Racun VX Dikira Baby Oil

Siti Aisyah menyangkal telah membunuh Kim Jong-NAM. Perempuan asal Serang ini mengira zat VX yang dibawanya adalah baby oil.

“Saya pikir itu adalah baby oil,” ujar Siti kepada Wadubes RI untuk Malaysia Andreano Erwin, seperti diwartakan Thestar.com.my, Minggu (26/2/2017).

Hakim Putuskan Sidang Dilanjutkan

Pengadilan Malaysia hari ini memutuskan bahwa persidangan dua terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam bisa dilanjutkan karena adanya cukup bukti. 

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/8/2018), kedua terdakwa, Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam, tampak kaget dan menangis saat hakim membacakan putusan tersebut.

Hakim Azmi Ariffin menyatakan, ada cukup bukti untuk mendukung dakwaan pembunuhan terhadap kedua terdakwa yang dituduh membunuh Kim Jong-Nam dengan gas saraf VX di bandara Kuala Lumpur, Malaysia. “Karena itu saya harus memanggil mereka untuk memasukkan pembelaan mereka atas masing-masing dakwaan mereka,” kata hakim dalam putusannya di Pengadilan Tinggi Shah Alam, pinggiran Kuala Lumpur hari ini.

Pembelaan Diundur 3 Kali

Sidang dengan agenda pembacaan pembelaan Siti Aisyah telah diundur tiga kali.

Diketahui bahwa persidangan terakhir digelar pada Agustus 2018 lalu saat hakim Azmi Ariffin menyatakan ada cukup bukti untuk mendakwa kedua terdakwa atas pembunuhan. Hakim menyatakan Prima Facie (dasar argumen dakwaan) dalam kasus ini cukup kuat dan menerima pandangan jaksa bahwa kedua terdakwa telah menyebabkan kematian Kim Jong-Nam. Kasus ini pun akan berlanjut pada pokok perkara.

Proses persidangan ini telah mengalami dua kali penundaan sebelumnya. Penundaan pertama terjadi pada November lalu, karena pengacara utama Aisyah, Gooi Soon Seng, jatuh sakit. Saat itu, sidang dinyatakan ditunda hingga 7 Januari 2019.

Namun belum juga sidang digelar pada Januari 2019, penundaan kedua terjadi. Penyebabnya, pengacara Aisyah mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan tidak akan memaksa jaksa menyerahkan salinan keterangan tujuh saksi kasus ini. Penundaan ketiga yang diumumkan pekan ini juga masih berkaitan dengan banding yang diajukan pengacara Aisyah. Dengan proses banding masih berlanjut, maka persidangan yang dijadwalkan akan digelar pekan ini terpaksa ditunda.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada 11 Maret 2019 dengan agenda pembelaan.

Aisyah Terkejut Dibebaskan

Siti Aisyah terkejut saat mendengar jaksa mencabut dakwaan pembunuhan Kim Jong-Nam yang dijeratkan terhadap dirinya.

Dengan putusan hakim Azmin Ariffin mengabulkan pencabutan dakwaan, Aisyah dibebaskan dari tahanan pada Senin (11/3) ini juga.

Putusan pembebasan Aisyah ini menjadi langkah mengejutkan mengingat pada Senin (11/3) ini, persidangan kasus ini memasuki agenda pembelaan untuk Doan Thi Huong, terdakwa asal Vietnam. 

Pengabulan permohonan ini berarti dakwaan terhadap Aisyah dicabut, bukan digugurkan. Jaksa Iskandar Ahmad yang mengajukan pencabutan dakwaan pembunuhan terhadap Aisyah, enggan menjelaskan alasannya. 

Pulang ke Tanah Air

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, menyambut baik pembebasan Siti Aisyah dari kasus pembunuhan Kim Jong-Nam. Dubes Rusdi menyatakan pihaknya berupaya memulangkan Aisyah ke Indonesia hari Senin (11/3) ini juga.

“Kita senang dengan putusan pengadilan,” ucap Dubes Rusdi dalam pernyataan kepada wartawan di Malaysia, seperti dilansir AFP, Senin (11/3/2019).

“Kami akan berupaya menerbangkan Siti kembali ke Indonesia, hari ini, sesegera mungkin,” tegas Dubes Rusdi. 

Editor: Hendra Wijaya

Populer

Danny Ngotot F8 Digelar, Ini yang Akan Dilakukan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, berharap event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) tetap dilaksanakan meskipun Pemkot Makassar...

Taufan Pawe Apresiasi Event Bhayangkara Adventure Off Road

SULSELSATU.com, PAREPARE - Event bergensi Bhayangkara Adventure Off Road yang digelar di Kota Parepare berhasil menarik ratusan peserta asal Sulawesi dan Jawa. Dimana kegiatan...

Jokowi Bertemu Prabowo, PAN Sulsel: Sangat Baik Bagi Demokrasi Kita

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto ditanggapi elit PAN Sulsel Andi Irwandi Natsir. Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PAN...

Penduduk Miskin di Indonesia Turun Jadi 25,14 Juta Jiwa

SULSELSATU.com, JAKARTA - Jumlah penduduk miskin Indonesia menurun pada Maret 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia saat ini sebesar 25,14 juta...

Gempa Bali Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

SULSELSATU.com - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,0 yang mengguncang Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa (16/7) pukul 07.18 WIB disebabkan oleh aktivitas subduksi...

Menuju Akreditasi Snars 2020, RSUD Parepare Gelar Pelatihan Sismadak

SULSELSATU.com, PAREPARE - Persiapan menuju akreditasi versi Snars tahun 2020, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare menggelar pelatihan sistem manajemen dokumentasi...

Besok MPLS, Kadisdik Sulsel: Masih Ada Sekolah yang Kuotanya Belum Terpenuhi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Hari pertama sekolah sekaligus masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dimulai besok, Senin (15/7/2019). Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah di...

Diwacanakan KPU, Landasan Hukum e-Rekap Masih Minim

SULSELSATU.com - Komisi II DPR RI membuka kemungkinan untuk merevisi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada untuk merespons wacana Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

GALERI FOTO: JALIN Harmoni Sulsel Kecam Aksi Terorisme di Surabaya

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Jaringan Lintas Iman (JALIN) Harmoni Sulsel melakukan aksi solidaritas dengan menyalakan lilin, di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (14/5/2018). Aksi...

Baca Juga

Hadapi Bhayangkara FC, PSM Akan Pertahankan Rekor Tak Kebobolan di Laga Kandang

SULSELSATU.com - Tuan rumah PSM bertekad untuk mempertahankan rekor sebagai tim yang belum pernah kebobolan di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar saat menjamu...

Diwacanakan KPU, Landasan Hukum e-Rekap Masih Minim

SULSELSATU.com - Komisi II DPR RI membuka kemungkinan untuk merevisi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada untuk merespons wacana Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Parade Bunga Beautiful Malino Pikat Turis Asing

SULSELSATU.com, GOWA - Parade Bunga yang menampilkan kendaraan hias yang berbahan dasar berbagai jenis bunga dari perwakilan SKPD dan Kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Mendikbud Larang Keras Perpeloncoan Saat MOS

SULSELSATU.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali menekankan tidak boleh ada perpeloncoan selama Masa Orientasi Siswa (MOS). "Saya tegaskan tidak boleh...

Terbaru

Kejari Sinjai Gelar Kitanan Massal

SULSELSATU.com, SINJAI - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa yang ke-59 tahun serta Hari Ikatan Dharmakarini yang ke-19, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sinjai menggelar kegiatan...

DP3A Lutra Gelar Pelatihan Keterampilan bagi Perempuan Kepala Keluarga

SULSELSATU.com, LUTRA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lutra menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi perempuan kepala keluarga (PEKKA), Kamis 18/07/2019. Kegiatan yang berlangsung di...

Rumor Transfer: Barca Belum Ajukan Penawaran, Neymar ‘Minta’ Dibeli Juve

SULSELSATU.com, PARIS - Kepastian Neymar merumput musim depan belum pasti. Yang pasti, Neymar ingin hengkang dari Paris Saint Germain (PSG). Barcelona yang sempat kencang dikait-kaitkan...

Danny Ngotot F8 Digelar, Ini yang Akan Dilakukan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, berharap event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) tetap dilaksanakan meskipun Pemkot Makassar...
video

VIDEO: Divonis 4 Tahun Penjara, Roro Fitria Histeris Memanggil Nama Ibunya

SULSELSATU.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang putusan kasus narkoba yang menjerat Roro Fitria. Dalam sidang, majelis hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan...