Tuntutan Jaksa terhadap Lucas Dianggap Emosional dan Tidak Berdasar

- Advertisement -

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Mudzakir mengatakan, tuntutan 12 tahun penjara Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terhadap terdakwa advokat Lucas tanpa pertimbangan pembuktian yang jelas. Mudzakir menilai, tuntutan JPU sangat tidak berdasar dan cenderung emosional. 

“Menurut saya, tuntutan itu mestinya berdasarkan pertimbangan pembuktian yang ada di sidang, bukan maunya jaksa. Jadi harus objektif. Menurut pendapat saya, objektif karena, kalau tidak terbukti yah sudah,” kata Mudzakir saat dihubungi Wartawan di Jakarta, Selasa (12/3/2019)

Menurut Mudzakir, beberapa fakta persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah membuktikan hal itu. Termasuk keterangan saksi yang tidak berkesesuaian.

Di mana kata dia, JPU KPK cenderung menggunakan keterangan satu saksi saja,  yakni mantan Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya.

- Advertisement -

Padahal kata Mudzakir, kesaksian Dina sangat bertentangan dengan keterangan mayoritas saksi-saksi lain. Termasuk alat bukti petunjuk berupa bukti elektronik atau digital seperti percakapan via FaceTime [email protected] yang ternyata bukan milik Lucas. 

Sesuai keterangan banyak saksi fakta saat persidangan, akun tersebut ternyata milik Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie yang selama ini membantu Eddy Sindoro keluar masuk Indonesia dan membuat paspor palsu.

“Itu keterangan yang berhubungan dengan orang-orang yang berhubungan Jimmy, tapi dia (Dina) di sini ngomong Jimmy, di sana ngomong Lucas. Kalau menurut hukum, proses pembuktian dalam konteks ini karena telepon itu jadi penting karena frekuensi perlu dalam konteks itu yang bisa mengendalikan dia, artinya dia adalah benar-benar Jimmy,” ujarnya. 

Mudzakir melanjutkan, bukti penyadapan sebagai alat bukti petunjuk yang dipakai JPU KPK juga sangat lemah dalam membuktikan perbuatan Lucas. Perbuatan menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus Eddy Sindoro yang didakwakan terhadap Lucas juga telah dibantah oleh Eddy sendiri.

Dikatakan Mudzakir, dari sisi hukum juga sangat jelas ada rumusan yang tidak tepat. JPU KPK dinilai menegakkan tuntutan secara emosional dalam kasus Lucas yang dituntut maksimal 12 tahun, sementara pidana pokok pada kasus Eddy Sindoro hanya dituntut 5 Tahun.

“Dari sisi hukumnya, rumusannya tidak tepat. Dari sisi aparat KPK sendiri, hukum yang ditegakan secara emosional, karena tidak suka sama Lucas jadi hukumannya tinggi,” ujar Mudzakir.

Menurut Mudzakir, jika tuntutan meragukan JPU nantinya diikuti oleh hakim, maka pengujian dalam proses pengadilan akan tidak bermakna sama sekali. 

“Ini nanti kalau diikuti hakim di pengadilan negeri, lebih baik tidak usah saja pengadilan sekalian. Karena pengujian di pengadilan tak ada maknanya sama sekali,” katanya.

“Kalau itu misalnya tuntutanya begitu. Kan tuntutan dibikin begitu, nanti hukumnya mengatakan bahwa 2/3 tetap banding, logikanya tidak jalan. Hukumnya tidak jalan. Artinya selama ini pemerintah Jokowi tak memperbaiki kinerja itu. Efeknya luar bisa, kalau cara seperti itu. Fredrich (Eks Pengacara Setya Novanto)  pernah diperlakukan seperti itu,” lanjut Mudzakir.  

Keputusan jaksa juga sangat membingungkan. Pakar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Syukri Yakub, mengungkapkan, integritas dan peran hakim sangat dituntut dalam kasus ini. Pasalnya, tuntutan jaksa kepada Lucas dinilai sangat berlebihan.

“Tuntutan 12 tahun yang diberikan kepada Lucas sangat tinggi. Apalagi pijakan jaksa berupa alat bukti semisal rekaman juga tidak kuat,” ungkapnya. 

Sikap jaksa itu memang pantas dipertanyakan. Nalar dan logika benar-benar tak berjalan efektif dan patut dipertanyakan. Kata Syukri, seorang pembunuh saja ada yang divonis delapan tahun. Sementara Lucas yang dijatuhi tuntutan 12 tahun penjara sangat tak rasional ditambah lagi fakta yang dibeberkan jaksa di persidangan juga sulit dibuktikan.

“Ingat tujuan hukum kita untuk mencari kebenaran materil bukan kebenaran formil. Pembunuh saja ada yang hanya divonis delapan tahun, itupun kalau terbukti. Sementara kasus yang menimpa Lucas sejauh ini belum bisa disimpulkan apakah Lucas terlibat atau tidak,” pungkasnya. 

Sebelumnya, saat sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (6/3/2019) lalu, Jaksa KPK Abdul Basir membacakan surat tuntutan terhadap Lucas. Lucas dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan penjara. 

Lucas dianggap jaksa terbukti menghalangi penyidikan KPK untuk memeriksa Chairman PT Paramount Enterprise Internasional, Eddy Sindoro. Eddy telah menjadi terdakwa dalam kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Editor: Hendra Wijaya

- Advertisement -

Populer

Soal Aturan Penggunaan Randis untuk Mudik, Pj Wali Kota Makassar Tunggu Petunjuk Pusat

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar rupanya belum mengeluarkan imbauan terkait penggunaan kendaraan dinas (randis) untuk mudik lebaran.  Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengaku...

Sesjamwas Kejagung Optimis 5 Wilayah di Sulsel Sandang Predikat WBK

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas) Kejaksaan Agung RI, Tony Spontana mengaku optimis Sulawesi Selatan dapat menyandang Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Hal...

Tim Kemenko Maritim Pantau Kesiapan Infrastruktur Darat dan Laut di Selayar

SULSELSATU.com, SELAYAR - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H Tahun 2019, tim dari Menko Kemaritiman RI, Selasa (21/5/2019) melakukan pemantauan kesiapan sarana dan...

Tak Kantongi Izin Lingkungan, DLH Parepare Panggil Pemilik Cafe Reza

SULSELSATU.com, PAREPARE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare bakal melayangkan surat panggilan kepada pemilik Cafe Reza, yang beroperasi di Jalan Jendral Sudirman. Panggilan ini...

Pemprov Canangkan Normalisasi Kanal di Makassar Sepanjang 34 Km

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertemuan antara Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dengan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suparji membahas sejumlah persoalan di bidang pengairan di Kota...

Tingkatkan Koordinasi, Pj Wali Kota Makassar Silaturahmi ke Pimpinan DPRD

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dalam rangka meningkatkan hubungan dan koordinasi antara lembaga eksekutif dan legislatif, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, melakukan kunjungan silaturahmi ke...

Gubernur Belum Keluarkan Aturan Penggunaan Randis untuk Mudik

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah belum mengeluarkan aturan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik lebaran. Nurdin mengaku masih mempertimbangkan larangan pengunaan randis untuk...

Massa di Gedung Bawaslu Rusuh, Aparat Pengamanan Dilempari Batu

SULSELSATU.com, JAKARTA - Massa di depan Gedung Bawaslu RI kembali bikin rusuh pada Rabu (22/5/2019). Ada aksi lempar batu dari kerumunan massa. Melansir CNNIndonesia, barisan...

GALERI FOTO: Ricuh, 6 Provokator Dilumpuhkan Saat Simulasi PAM

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sebanyak 520 personel gabungan TNI/Polri mengasah kesiapsiagaan dengan mengikuti simulasi Pengaman Pemilu (PAM) di kawasan Pasar Sentral, Jalan Hos Cokroaminoto, Makassar,...

Baca Juga

Kasubag Humas UIN Alauddin Hadiri Rakor Kehumasan PTKN Kemenag

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kasubag Humas UIN Alauddin Makassar, Ismi Sabariah hadiri rapat koordinasi (Rakor) Kehumasan Bidang Pengawasan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Inspektorat Jenderal...

HRF 2019, Honda Fokus Kampanyekan #cari_ aman Berkendara

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Astra Motor Makassar di bulan suci Ramadhan hadir dengan acara Honda Ramadan Fest (HRF) 2019. Selama dua hari berlangsung yaitu pada 18-19...

Politisi Senior Diimbau Berikan Contoh Politik yang Baik

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ketua Gerakan Kemajuan (GK) Milenial Sulsel Golda Titting meminta kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan provokasi terhadap hasil Pemilu 2019. Dia juga...

Bupati Wajo Hadiri Milad Satu Tahun Warkop Acci

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo menghadiri Tasyakuran 1 Tahun berdirinya Warkop Acci yang di laksanakan di Warkop Acci, Minggu 19 Mei 2019. Tasyakuran yang dilaksanakan...

Terbaru

Safari Ramadan di Malbar, IDP Imbau Warga Bayar Zakat

SULSELSATU.com, MASAMBA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP) mengimbau masyarakat, khususnya yang muslim, untuk membayar zakat fitrah di bulan suci Ramadan. Imbauan...

Belum Tuntas, Ini Perkembangan Kasus Tipikor Dana Hibah Pilwalkot

SULSELSATU.com, MAKASSAR- Penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel terus berupaya merampungkan penyidikan kasus korupsi dana hibah Pilwalkot. Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol...

Safari Ramadan di Malbar, Indah Putri Imbau Warga Bayar Zakat

SULSELSATU.com, MASAMBA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), mengimbau masyarakat, khususnya yang muslim, untuk membayar zakat fitrah di Bulan Suci Ramadan. Imbauan...

Sopir Angkutan di Selayar Mendadak Jalani Tes Kesehatan

SULSELSATU.com, SELAYAR - Para sopir angkutan lebaran jurusan Selayar - Makassar mendadak menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Bonea Benteng Selayar, Sabtu (25/5/2019). Pemeriksaan oleh...
video

VIDEO: Bikin Shock, Wanita Ini Nekat Kencing di Lantai Pesawat

SULSELSATU.com - Seorang penumpang wanita di maskapai penerbangan Wizz Air bikin heboh. Pasalnya, ia buang air kecil bukan di dalam toilet tetapi di lantai...