Ingin Keringanan Hukuman, Dhani Minta Dikasihani Hakim

25
Ahmad Dhani menjalani sidang kasus ujaran idiot di Pengadilan Negeri Surabaya. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sidang lanjutan terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’, Ahmad Dhani Prasetyo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/3/2019). Dalam sidang kali ini, Dhani meminta keringanan kepada majelis hakim yang dipimpin R Anton Widyopriyono.

Hal itu diutarakan Dhani saat meminta majelis hakim mengkaji ulang jadwal persidangan dirinya, menjadi siang dan tidak lagi digelar pagi hari.

“Kasihani saya, Majelis Hakim,” kata Dhani di akhir sidang ketujuhnya tersebut di Ruang Cakra PN Surabaya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (12/3/2019).

Dhani berasalan jika sidang tetap digelar sejak pagi hingga siang, ia pun bakal kehilangan jam besuk dari keluargannya di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo. Seperti diketahui jam besuk di rutan berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB.

“Kalau sidang digelar sejak pagi, maka Selasa dan Kamis saya tidak dibesuk. Karena saya punya jam besuk hanya Senin dan Rabu, Jumat libur,” kata dia.

Menanggapi permohonan terdakwa, Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono pun mengaku bisa memahami hal itu. Ia pun mengabulkan permohonan Dhani tersebut dan meminta jaksa penuntut umum (JPU) untuk menjadwalkan ulang sidang selanjutnya.

“Saya bisa memahami, kalau gitu sidang kita mulai jam 13.00 WIB siang. Tolong Jaksa diatur teknisnya, tapi jangan molor ya,” ujar Anton.

Sidang terdakwa Dhani selanjutnya, bakal digelar Kamis (14/3) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dan saksi fakta.

Ahmad Dhani terjerat perkara pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’. Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan ‘idiot’ saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga