Pelaku Penyekapan Anak Divonis Rendah, Jaksa Ajukan Banding

26

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Terdakwa kasus perlindungan anak, Meiliana Ritali Dasilva alias Memey telah dijatuhi vonis 18 bulan penjara di Pengadilan Negeri Makassar.

Rustiani Muin selaku Jaksa Penuntut Umum pun langsung menyatakan bakal mengajukan banding atas vonis dua tahun tersebut pada majelis hakim yang dipimpin Rika Mona Pandegirot.

“Saya akan mengajukan banding yang mulia,” kata Rustiani di ruang Prof. Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Makassar, Senin (11/3/2019).

Langkah Rustiani memang patut dimaklumi. Pasalnya putusan hakim kepada Memey lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut terdakwa dua tahun penjara.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, terdakwa Ani diproses hukum aparat Reskrim Polrestabes Makassar pada September 2018 lalu.

Perbuatannya menelantarkan anak sendiri terbongkar ke publik usai tiga bocah yang merupakan anak angkat dan anak kandungnya berinisial AW alias OW (10), FN alias US (5), DV (2) satu persatu meloloskan diri dari sebua ruko di Jalan Mirah Seruni, Panakkukang pada Minggu malam 16 September 2018 lalu.

Ketiga bocah tersebut pun ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan lantaran tidak terurus dengan layak. Ketiganya ditempatkan di Ruko yang juga terdapat beberapa ekor anjing peliharaan dengab kotorannya yang berserahkan di mana-mana.

Sementara terdakwa Memey yang sempat dicari petugas kemudian menyerahkan diri sehari setelahnya di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Jalan Anggrek Raya nomor 11, Panakkukang, Makassar.

Atas kasus ini, Memey dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dalam putusannya.

“Menyatakan terdakwa Meilania Ritali Dasilva alias Memey bersalah dalam perkara perlakuan salah dan penerlantaran anak,” demikian putusan hakim yang dibacakan Rika Mona Pandegirot.

Selain hukuman 18 bulan, Memey juga didenda biaya Rp50 juta subsidair 2 bulan kurungan penjara. Usai persidangan, Memey memilih bungkam dan berjalan menutup wajahnya saat keluar dari PN Makassar.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga