Merasa Dirugikan, Andi Arief Rencana Gugat TV One Serta Karni Ilyas

46
Karni Ilyas. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Mantan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, berencana menggugat secara perdata TV One serta pemimpin redaksinya, Karni Ilyas sebesar Rp1 triliun.

Andi Arief merasa dirugikan lantaran TV One telah menggunakan foto-foto dirinya saat ditangkap polisi di Menara Peninsula, Jakarta.

“Saya nanti akan mengambil langkah hukum. Kita akan tuntut Rp1 T,” ucap Andi usai konsultasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta, dilansir CNNIndonesia, Selasa (12/3/2019)

Andi mengaku sudah menerima permohonan maaf secara pribadi dari Nirwan Bakrie, selaku pemilik TV One. Namun, kata dia, tetap saja perkara tidak bisa selesai begitu saja.

Andi menjelaskan bahwa pemberitaan TV One yang menampilkan foto-foto dirinya di Hotel Menara Peninsula telah berdampak buruk terhadap keluarganya. Terutama anak-anaknya. Andi merasa sangat dirugikan atas hal itu.

Karni Ilyas sendiri telah memberikan klarifikasi langsung kepada Andi Arief di ruang publik media sosial Twitter. Karni mengaku tak berurusan langsung dengan urusan peliputan. Dia sendiri baru tahu kejadian keesokan siangnya lantaran baru terlelap dini hari.

Andi mengamini bahwa Karni Ilyas bukan wartawan baru. Andi menilai Bang One, kerap dikenal, sudah begitu lama memakan asam garam dunia jurnalistik. Andi mengatakan seharusnya Karni Ilyas tidak memberitakan foto-foto saat ditangkap di Menara Peninsula.

“Jangan mentang-mentang dekat sama polisi bisa melakukan ini terhadap saya. Enggak boleh dia. Orang lain biasanya mengalah diginiin sama Karni Ilyas. Sama saya enggak bisa. Mentang-mentang sedang di puncak jawara pers bisa melakukan apa saja kepada masyarakat, tidak boleh,” ucap Andi.

“Saya menerima permohonan maaf dari pemiliknya. Tapi dengan Karni Ilyas belum selesai,” lanjutnya

Andi menegaskan bahwa publik bisa berasumsi macam-macam dari fotonya yang tersebar dan diberitakan TV One. Terlebih, foto-foto itu juga memuat wanita serta barang-barang lain.

Andi menerangkan segala jenis material yang berkaitan dengan tahap penyelidikan juga tidak boleh disebar. Pers pun, kata dia, tidak berhak memberitakan.

“Juga saya akan coba untuk mempersolakan secara hukum Hotel Peninsula. Hotel Peninsula di berbagai media sudah menghabisi saya juga, sudah membuat trial by the press juga terhadap saya, saya disebutkan berbagai macam juga di sana padahal saya rasa tidak alami,” ucap Andi.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Pemda Pinrang Berangkatkan Umroh Peraih Medali Emas Asian Games 2018

SULSELSATU.com, PINRANG - Pemeritah Kabupaten Pinrang berangkatkan umroh kepada...

PT Indonesia Power UJP PLTU Barru Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

SULSELSATU.com, BARRU - PT Indonesia Power UJP PLTU Barru...

Deng Ical Apresiasi Festival Kachak 2019

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal...

Baca Juga