Erdogan Kutuk Pembantian Muslim di Dua Masjid Selandia Baru

35
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Int)

SULSELSATU.com, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan angkat suara terkait serangan brutal yang menewaskan 49 orang di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Erdogan mengutuk serangan terorisme itu.

Kepolisian Selandia Baru telah menangkap empat orang terkait penembakan brutal tersebut. Salah satu pelaku, seorang warga Australia yang disebut sebagai ekstremis sayap kanan, menyiarkan langsung aksi kejinya itu via livestreaming.

“Dengan serangan ini, permusuhan terhadap Islam, yang dunia hanya diam menontonnya dan bahkan mendorongnya untuk beberapa waktu, telah meningkat dari pelecehan individu dan mencapai tingkat pembunuhan massal,” kata Erdogan dilansir Detik dari AFP, Jumat (15/3/2019).

Erdogan yang kerap mengkritik perilaku Islamofobia itu, menyerukan Barat untuk mencegah serangan-serangan serupa.

“Jika langkah-langkah tidak diambil segera, berita bencana-bencana lainnya akan menyusul setelah ini … saya meminta dunia, khususnya Barat, untuk mengambil langkah-langkah cepat,” kata Erdogan.

Sebelumnya, Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, dalam konferensi pers menyebut korban tewas dalam serangan teroris di Christchurch itu mencapai 49 orang. Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern telah menyebut penembakan brutal ini sebagai ‘serangan teroris’ dan mengecamnya.

Lebih lanjut, Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.

Bush menyebut penembakan brutal itu ‘direncanakan dengan sangat matang’ oleh pelaku. Empat orang yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita, telah ditangkap otoritas setempat terkait pembantaian ini. Identitas keempatnya belum diungkap ke publik. Dalam konferensi pers, Bush menyatakan baru satu orang yang dijerat dakwaan pembunuhan terkait penembakan brutal ini.

Satu orang yang didakwa itu, sebut Bush, merupakan seorang pria berusia 20-an tahun yang namanya tidak diungkapkan ke publik. Bush menambahkan, satu orang yang telah didakwa pembunuhan itu akan dihadirkan dalam persidangan di pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3) besok.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga