Banyak Warga Bermasa Bodoh ke TPS, Bawaslu Jeneponto: Jangan Golput

66

SULSELSATU.com, JENEPONTO
Badan pengawas pemilu Kabupaten Jeneponto mengajak masyarakat untuk tidak golput (tidak memilih) pada Pemilu 17 April mendatang.

Dalam sosialisasi Pengawasan Pemilih Partisipatif yang melibatkan peserta dari sejumlah organisasi mahasiswa, Komunitas motor dan para awak media cetak, Bawaslu mengajak untuk tidak golput.

Kegiatan ini digelar di aula Hotel Bintang Karaeng, Jl. HV.Worang Tanrusampe, Kelurahan Pabiringa, Jeneponto, Jumat (15/3/2019) dengan tema “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan.”

Hadir dalam acara tersebut, Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, Guru Besar Unhas, Prof Dr. Anwar Borahima, Ketua Bawaslu Jeneponto, Saiful, Komisioner Bawaslu Jeneponto, Hamka dan Sampara Halid.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jeneponto, Saiful dalam sambutanya mengatakan, pertemuan dengan lembaga-lembaga lain yang hari ini tidak lagi diundang karena sudah diundang sebelumnya.

“Namun berharap semua stakeholder yang ada di Jeneponto bisa membangun kerjasama Bawaslu dalam rangka bagaimana tercipta sebuah pemilu yang demokratis, pemilu yang bersih dari segala bentuk pelanggaran,”katanya.

Sementara Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Saiful Jihad dalam sambutanya mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap ‘masa bodoh’ untuk pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih.

“Masih ada menganggap bahwa tidak penting atau siapapun yang terpilih itu juga kita tidak punya efek. Ini kan yang muncul di masyarakat kita dan harus diberi pemahaman karena Golput bukan pilihan,”ujarnya.

Padahal kata Saiful, Golput atau tidak memilih adalah bukan solusi. Pasalnya Saiful tak ingin orang – orang yang seharusnya menjadi pemimpin negara dan wakil rakyat yang baik tidak terpilih dan di isi oleh orang tak pantas.

“Maka kemudian yang terpilih adalah orang-orang yang sepantasnya tidak pantas mewakili kita, maka jika ia berdosa melakukan kesalahan itu karena kita tidak ikut memilih yang terbaik “kata Saiful Jihad.

Selain itu kata Saiful Jihad, money politics (politik uang dan sejenisnya) adalah perbuatan yang dilarang oleh undang- undang maupun dilarang dalam agama Islam. Sebab, suap menyuap adalah tepatnya neraka.

“Sering muncul di masyarakat seakan-akan politik uang itu adalah rezeki. Misalnya diberi pupuk, hand traktor, bibir dan itu dianggap itu sebagai Reski,padahal itu bagian suap menyuap dan tempatnya neraka,”jelasnya.

Penulis : Dedi
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

PT Indonesia Power UJP PLTU Barru Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

SULSELSATU.com, BARRU - PT Indonesia Power UJP PLTU Barru...

Deng Ical Apresiasi Festival Kachak 2019

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal...

NasDem Yakin Masuk Tiga Besar, 100 Kursi di DPR

SULSELSATU.com, JAKARTA - Partai NasDem kian optimistis menatap Pemilu...

Baca Juga