ISIS dan Al Qaeda Serukan Balas Dendam Atas Pembantaian di Selandia Baru

74
Evakuasi korban penembakan dalam masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. (Reuters/Martin Hunter)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Penembakan brutal di dua masjid Selandia Baru membuat panas kelompok Al Qaeda dan Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Kedua menyatakan bakal balas dendam atas kejadian itu.

ISIS bahkan sudah mengimbau supaya seluruh anggota maupun simpatisannya menyiapkan serangan balasan baik secara berkelompok ataupun seorang diri (lonewolf).

Dilansir CNNIndonesia dari situs Site Intelligence Group, Sabtu (16/3), dua kelompok militan itu meminta para pengikutnya menyerang gereja-gereja sebagai aksi pembalasan penembakan di Selandia Baru.

Brenton Tarrant, pria Australia yang melakukan penembakan di dua masjid Selandia Baru dihadirkan di pengadilan pada Sabtu (16/3/2019).

ISIS bahkan menyebarkan rekaman penembakan di dua masjid di Selandia Baru sebagai bahan propaganda, supaya para pengikut dan simpatisannya menyerang kelompok yang mereka sebut ‘pasukan Salib’.

ISIS juga meminta para pengikut serta simpatisannya menyerang kerabat para pelaku.

Penembakan itu terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Yakni di Masjid Linwood dan Masjid Al Noor. Peristiwa terjadi ketika umat Islam setempat hendak menunaikan salat Jumat.

Korban meninggal di Masjid Al Noor mencapai 41 orang. Sedangkan yang mengembuskan napas terakhir di Masjid Linwood mencapai tujuh orang. Satu orang tutup usia setelah dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Aparat kepolisian Selandia Baru lantas menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan satu perempuan, terkait kejadian itu. Seorang pelaku, Brenton Tarrant, adalah warga Australia.

Brenton menyatakan diri sebagai penganut ideologi ekstrem kanan dan supremasi kulit putih. Dia sempat mengirim manifesto pemikirannya sebelum melakukan aksinya.

Brenton bahkan merekam aksi penembakannya dan disiarkan secara langsung melalui akun Facebook miliknya. Dia sudah diseret ke pengadilan dan didakwa dengan pasal pembunuhan.

Tiga warga Indonesia menjadi korban dalam kejadian itu. Salah satu di antaranya, Lilik Abdul Hamid, meninggal.

Sedangkan dua orang lainnya, yakni Zulfirmansyah dan anaknya, dirawat di ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Christchurch. Zulfirmansyah disebut dalam keadaan kritis dan menjalani dua kali bedah. Sedangkan anaknya sudah stabil.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga