Perintisan Jalan yang Dibangun TMDD di Maros Sudah Capai 80 Persen

30

SULSELSATU.com, MAROS – Perintisan jalan yang dilakukan personel TNI dalam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMDD) di Desa Bontomanai dan Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, telah mencapai progres 80 persen.

Ada 150 personel yang dilibatkan dalam perintisan jalan ini. Selain jalan, dalam program TMMD ini, personel TNI juga membangun MCK di tujuh lokasi berbeda. 

“Kita diberikan waktu sekitar satu bulan, dan saat ini masih tersisa waktu  sekitar 2 pekan lagi untuk menyelesaikan program TMMD ini. Makanya, meski hujan, kami tetap bekerja seperti biasanya. Jalan ini memang hanya 3,5 kilometer, tapi medannya sangat sulit ditambah cuaca begini,” kata Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho, Minggu (18/3/2019).

Menurut Farid, hal yang terberat dalam perintisan jalan itu yakni pengangkutan bahan material seperti batu dan semen. Prajurit bersama warga, hanya bisa menggunakan motor khusus yang biasa dipakai mengangkut gabah, karena mobil belum bisa tembus ke lokasi. Jarak pengangkutannya pun mencapai 5 kilometer dengan kondisi jalan yang becek dan berlumpur.

Terlebih saat hujan, tak jarang, mereka beberapa kali terjatuh dari atas motor karena licin. Karena satu kendaraan hanya bisa mengangkut satu sak semen, merekapun harus bolak-balik. 

“Bahan-bahannya harus diangkut menggunakan motor khusus milik warga. Karena medannya memang belum bisa dilalui mobil. Apalagi beberapa hari ini hujan mengguyur di lokasi ini. Tapi namanya tugas, kita tetap kerjakan apapun konsukwensinya,” ujarnya.

Desa Bontomanai dan Bontomanurung dipilih oleh Kodim dalam program TMMD ini, setelah sebelumnya, wilayah ini sempat viral dengan berita puluhan siswa yang berenang di sungai karena pembangunan jembatannya mangkrak. Usai jembatannya dibangun, kini prajurit TNI merintis jalan penghubung yang lebih dekat.

Bagi warga, jalan yang dirintis oleh prajurit TNI ini, bisa menghemat jarak tempuh mereka sejauh 15 kilometer. Selama ini, jika mereka hendak ke desa sebelah, harus mengakses jalan yang jauh karena akses jalan tidak ada. 

Salah satu warga desa Bontomanai Dg Musa mengatakan, dia merasa bersyukur dengan dibukanya jalan penghubung dua desa tersebut. Selama ini kata dia, memang sudah ada akses. Hanya saja warga di situ harus menempuh jarak yang jauh, karena harus mengelilingi gunung. 

“Kalau jalan ini jadi pak, kita tidak lagi harus berputar jauh kalau mau ke desa sebelah. Bisa sampai 15 kilo bedanya. Makanya, kami juga mati-matian bekerja bersama baapk tentara di sini. Karena kami  juga yang diuntungkan,” ujarnya.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga