PKK Sulsel Sosialisasi Stunting dan Pengurangan Sampah Plastik di Selayar

17

SULSELSATU.com, SELAYAR – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar sosialisasi Stunting dan Pengurangan Sampah Plastik di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18 Maret 2019).

Ketua TP PKK Sulsel Liestaty F. Nurdin yang hadir didampingi Ketua TP PKK Selayar, Andi Dwiyanti Musyrifah Basli.

Turut hadir dalam acara ini, Asisten Pemerintahan Setda, Suardi, para Kepala OPD Sulsel, Wakil Ketua TP PKK Selayar, Ketua Bayangkari, Ketua Persit Kartika Candra Kirana, Ketua Adhyaksa Dharma Karini, Ketua DWP, para Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Kepulauan Selayar, para Ketua PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan.

Hadir pula pemateri sosialisasi yakni Astuti Made Amin, Dr. Nurul, dan Dr. dr. Sitti Haeriah Bohari.

Dwiyanti dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaannnya atas pelaksanaan sosialisasi stunting dan pengurangan sampah plastik tersebut.

“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini semakin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita terhadap pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya dapat menhindarkan diri kita dari berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh penggunaan berbagai bahan plastik,” ujar Dwiyanti.

Sementara Liestiaty dalam arahannya mengatakan bahwa merujuk apa yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi bahwa persoalan Stanting sangat urgen sehingga diharapkan kepada TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyampaikan kepada masyarakat.

Menurutnya stunting adalah pertumbuhan yang tidak normal atau gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan salah pola makan salah satu contoh kebiasaan makan mie instan atau minuman-minuman yang mengandung pemanis dan pewarna buatan.

“Anak-anak yang mengalami stunting seperti ukuran badan pendek, mengganggu perkembangan otak, mengganggu kecerdasan, akan tetapi tidak semua yang ukurannya pendek stunting ada juga pendek akibat faktor genetika. Agar supaya anak-anak kita tidak stunting maka anak-anak kita selalu di beri makanan-makanan bergizi, selalu diberi makan sayur, makan ikan banyak, minum susu agar pertumbuhan anak-anak kita menjadi tinggi, cerdas dan sehat.”

“Menyosialisasikan pengurangan sampah plastik ini penting, terkhusus bagi ibu-ibu rumah tangga yang kesehariannya banyak menggunakan wadah yang terbuat dari plastik sekali pakai. Tentunya akibat aktivitas rumah tangga ini akan menimbulka masalah yakni sampah plastik. Menurut para peneliti mengungkapkan bahwa plastik sangat susah terurai oleh tanah, butuh waktu ratusan tahun sampah plastik agar dapat terurai oleh tanah,” jelas Liestiaty.

Liestiaty juga menyampaikan bahwa air mineral yang dikemas dalam kemasan plastik seperti air gelas/botol belum tentu dijamin kebersihan, air mineral berkemasan gelas ataupun botol sudah mengandung mikro plastik dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dia mengatakan mikro plastik yang terkandung dalam air mineral berkemasan plastik dapat mengakibatkan penyakit kanker.

“Untuk mengatasi hal tersebut maka diharapkan kepada Kader-kader PKK se-Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mengkampanyekan mengurangi penggunaan wadah berbahan plastik sekali pakai akan tetapi menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang-ulang dan ramah lingkungan seperti kresek yang telah dibagikan merupakan wadah Bioplastik Polymers dan tempat air plastik tetapi digunakan berulang-ulang.”

Diakhir arahannya Liestiaty berharap kepada PKK Selayar untuk aktif dalam kegiatan tanpa melupakan keluarga dan anak-anak dirumah. “Jangan sampai terlalu sibuk dengan kegiatan di PKK sementara anak-anak dirumah terkena stunting. ” (*)

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga