Bappeda Dorong Program RISE

40
Kepala Bappeda Kota Makassar, Iriani Hadijah

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar melaksanakan kegiatan lokakarya terkait Revitalization Informal Settlement and Their Environment (RISE) di Karebosi Condotel, Selasa, (19/3/2019).

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Makassar, Imbang Muryanto mengatakan, Kota Makassar menjadi percontohan masalah sanitasi di seluruh dunia, khususnya kawasan kumuh yang rawan air (Water Sensitive).

Maka dari itu, melalui program RISE yang berfokus menangani sanitasi, domestik atau limbah rumah tangga ini, pemerintah pun menyasar objek vital. Sebab program ini dinilai mempunyai keunggulan dibandingkan dengan yang lain.

“Program RISE berbeda dengan program-program sebelumnya yang ada di Makassar. Di samping melakukan pembangunan struktur juga melaksanakan penelitian,” kata Imbang Muryono.

Imbang menyatakan, penelitian RISE ini sudah berlangsung setahun lalu dan berfokus pada dampak buruk lingkungan, terutama bagi kesehatan. Jika berhasil akan berpindah ke kota lain bahkan ke negara lain, terutama kawasan kumuh dan sensitif.

Terkait waktu penelitian yang dilakukan RISE, Imbang mengatakan bahwa batas waktu penelitian akan dilakukan sekitar tahun 2022-2023. Dia pun memberikan contoh terkait penilitian RISE yang sudah berlangsung selama ini.

“Binatang yang selama ini sering membawa penyakit, seperti nyamuk, lalat bahkan katak itu di tangkap alu di lakukan penelitian sampai ke feses, tainya orang di cek, mungkin ada yang cacingan, karena sanitasi terkait penyakit, seperti cacing, kemudian darah juga di ambil,” terangnya.

Untuk tahun ini, daerah yang menjadi sasaran penelitian antara lain, Batua, Borong Raya, Alla-Alla, Bambu-Bambu, Barawaja, Kampung Baru, Bonolengga, Kampung Ce’de, Lempangan, Gampang Cayya, Barombong, Tunas Java, Untia, Bulurokeng, Manggala, Antang, Sudiang, Pampang, Tallo, dan Bakung.

Kendati demikian, dia mengaku masih ada masyarakat yang menolak ihwal penelitian RISE di beberapa tempat di Makassar. “Mungkin tidak ada lokasi untuk penelitian,” pungkasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga