Nyatakan Siap, UNBK SMP di Makassar Bakal Diikuti 23.335 Siswa

17
Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler meninjau pelaksanaan UNBK SMP, Senin (23/4/2018). (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Ajaran 2018/2019. Sebanyak 23.335 orang siswa dari tingkat SMP dipastikan bakal mengikuti UNBK tahun ini.

“Kalau UNBK mudah-mudahan sudah tidak ada masalah. Pertama, dari sisi basis data. Basis data kita sekarang itu sudah terkunci di dalam Dapodikdas (Data Pokok Pendidikan Dasar). Kita memiliki peserta UNBK 23.334 orang,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando di Hotel Santika, Senin, (18/3/2019).

Rahman mengatakan, pihaknya sudah memastikan hal ini telah sesuai dengan data fisik sekolah berdasarkan input data dari masing-masing kepala sekolah atau operator dapodik sekolah.

“Yang kedua, kita sudah mengirimkan nomor peserta ujian kepada seluruh anak-anak kita sebanyak 23.334 ini,” paparnya.

Kemudian, kata Rahman, Dinas Pendidikan juga telah memastikan bahwa suplai listrik dan jaringan telekomunikasi dari seluruh titik-titik lokasi UNBK telah dikoordinasikan dengan PT. PLN.

“Itu termasuk di Kepulauan Sangkarrang. Di sana itu ada dua titik yaitu di Barrang Lompo dan Kodingareng,” kata Rahman.

Dia menambahkan, di seluruh sekolah tempat pelaksanaan UNBK juga nantinya akan didampingi oleh proktor yang bertugas mendampingi para peserta ujian. Selain itu, akan ada teknisi beserta cadangan genset di setiap sekolah meskipun tidak semua memiliki cadangan genset.

“Kita juga nanti akan melakukan pengawasan silang di semua sekolah SMP. Pengawasan itu maksudnya tidak ada guru yang mengawas di sekolahnya sendiri demi menjaga objektivitasnya,” imbuhnya.

Selanjutnya, para peserta ujian yang berasal dari daerah kepulauan dan tidak bisa melaksanakan ujian mandiri di sekolahnya karena faktor jaringan dan ketersediaan listrik, akan diikutkan pada beberapa sekolah dengan mendistribusikan mereka secara proporsional di masing-masing sekolah yang tidak akan mengganggu peserta ujian lainnya.

“Berikutnya mengenai ketersediaan piranti lunak dan keras kita. Komputer dan laptop kita telah identifikasi sekolah-sekolah, berapa kekuatannya sehingga kita komunikasikan dengan peserta didik kita yang memiliki komputer sendiri untuk dikoneksikan dengan server yang ada,” jelasnya.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga