PRIMA DMI Ikut Awasi Praktik Kampanye di Masjid

35

SULSELSATU.com, JAKARTA – Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) bakal ikut mengawasi praktik kampanye Pemilu 2019. Pengawasan ini dilakukan khusus di masjid dan musala yang menjadi konsen PRIMA DMI selama ini.

Sekjen PRIMA DMI, Abdul Haris Zainuddin mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga masjid dan musala dari aktivitas politik praktis. Hal ini dimaksudkan agar masjid dan musala tetap terjaga kesuciannya dan tidak dijadikan tempat kampanye Pemilu oleh pasangan calon presiden
atau tim suksesnya dan pendukungnya.

Di samping itu, lanjut dia, upaya pengawasan ini dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla di Istana Wapres, beberapa waktu lalu. Pengawasan ini pun telah dikoordinasikan dengan Bawaslu.

“Pemantauan ini akan dilakukan di masjid atau musala di seluruh Indonesia yang melibatkan para kader PRIMA DMI dan masyarakat umum selama rentan waktu mulai dari 24 Maret 2019
sampai dengan 17 April 2019,” katanya, Rabu (30/3/2019).

Haris menjelaskan, pengawasan akan dilakukan terhadap setiap aktivitas di masjid dan musala, seperti khutbah Jumat, ceramah pengajian, taklim, dan sebagainya. Hal ini untuk mencegah adanya muatan materi yang berisi kampanye salah satu calon dan juga kampanye hitam.

“Selain itu, kami juga bakal ikut mengawasi praktik politik uang dan atribut kampanye yang terpasang di masjid dan musala. Jika ada yang terbukti melanggar, langsung dicopot,” jelas dia.

Magister pendidikan Universitas Negeri Makassar itu menyatakan, setiap pemantau Pemilu dari PRIMA DMI nantinya akan melakukan pemantauan langsung di masjid dan juga lewat media sosial. Jika ditemukan pelanggaran, maka laporan akan diserahkan ke polisi jika itu berkaitan dengan tindak pidana pelanggaran Pemilu.

“Jika itu masuk pelanggaran Pemilu, tetap akan kami laporkan ke Bawaslu setempat,” ujar Haris.

Haris menyebut, pemantauan ini tidak hanya dilakukan oleh para kader PRIMA DMI. Masyarakat juga bisa ikut terlibat mengawasi setiap dugaan pelanggaran kampanye yang didapati di masjid maupun di musala.

“Olehnya, kami juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi praktik kampanye atau aktivitas politik lainnya di setiap masjid dan musala. Mari jaga agar rumah ibadah kita tidak ternodai oleh aktivitas politik,” ujar dia.

Jika menemui dugaan pelanggaran, jelas Haris, para pemantau PRIMA DMI dan masyarakat bisa langsung melapor dengan cara menemui pengawas Pemilu atau petugas Bawaslu di posko pelaporan yang ada. Pelapor juga bisa menghubungi nomor kontak atau akun WhatsApp PRIMA DMI dan Google Form.

“Untuk memudahkan pelaporan dugaan pelanggaran, pengurus dan pemantau PRIMA DMI bisa melakukan koordinasi dengan Bawaslu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” tutup dia.

Editor: Awang Darmawan 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga