Usai Teror, Masjid Christchurch Kembali Dibuka Besok

9

SULSELSATU.com, JAKARTA – Usai aksi teror yang menggemparkan dunia beberapa waktu lalu, Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, bakal kembali dibuka pada Jumat (22/3/2019) besok.

Kedua masjid tersebut kembali dibuka usai menjalani renovasi pascateror penembakan yang terjadi.

Kedua masjid rencananya akan menggelar salat Jumat untuk pertama kalinya sejak penembakan terjadi pada Jumat pekan lalu.

Ribuan jemaah diperkirakan akan melaksanakan ibadah salat Jumat besok di Masjid Al Noor, lokasi penembakan yang paling banyak memakan korban.

Kepolisian menjamin keamanan bagi para umat Muslim untuk beribadah dengan mengerahkan personel ke dua lokasi tersebut.

“Kami akan memperketat kehadiran aparat dan pengamanan besok sebagai bentuk jaminan keamanan bagi orang-orang yang ingin beribadah salat Jumat untuk berdoa,” demikian pernyataan kepolisian, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (21/3/2019).

“Polisi telah bekerja tanpa henti dan melakukan seluruh cara serta upaya yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan semua bukti dari tempat kejadian sehingga memungkinan warga untuk kembali beribadah di masjid secepat mungkin.”

Dilansir Reuters, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, juga telah mengumumkan bahwa azan salat Jumat besok akan disiarkan secara nasional sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Muslim, terutama bagi para korban dan keluarga.

Selain itu, Ardern juga memastikan Selandia Baru akan menggelar sesi mengheningkan cipta selama dua menit sebelum salat Jumat dimulai.

Sebanyak 50 orang tewas dan 50 lainnya terluka akibat penembakan pekan lalu. Sebagian besar korban berasal dari Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Turki, Somalia, Afghanistan, dan Bangladesh.

Teror itu terjadi ketika kedua masjid tengah dipenuhi jemaah yang melaksanakan ibadah salat Jumat.

Brenton Tarrant, warga Australia yang menjadi pelaku penembakan, menyiarkan aksi penembakan massalnya secara langsung di akun Facebook-nya.

Dia bahkan mengaku sebagai bagian dari supremasi kulit putih dan sempat menyebarkan manifesto sebelum melakukan serangan.

Pria 28 tahun itu telah didakwa dengan pasal pembunuhan dan rencananya akan disidang untuk pertama kalinya tanpa pengacara pada 5 April mendatang.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga