Instruksi Muhammadiyah: Persyarikatan dan Amal Usaha Mesti Bebas dari Kampanye

31
Muhammadiyah, Muhammadiyah Puasa, Awal Puasa, Awal Ramadan, Hari Idul Fitri, Idul Adha, Ramadan 1438 H, Haedar Nashir, Abdul Mu'ti, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Hisab Hakiki, Wujudl Hilal, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu
Muhammadiyah. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh kader, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah jelang Pemilu dan Pilpres 2019, April mendatang. Surat tersebut berisi imbauan untuk menjaga netralitas persyarikatan dan amal usaha.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto, ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu mengimbau agar warga Muhammadiyah baik dari pusat hingga ranting, majelis, lembaga, organisasi otonom, serta pimpinan amal usaha dapat mematuhi dan menjalankan aturan instruksi tersebut dengan baik.

Warga Muhammadiyah juga diimbau untuk tidak apatis dalam menghadapi Pemilu 2019, artinya anggota Muhammadiyah agar menjadi pemilih yang aktif, cerdas, dewasa, bertanggungjawab, dan berbekal keilmuan guna menyukseskan kontestasi politik lima tahunan tersebut sebagai sarana demokrasi untuk kemajuan bangsa dan negara.

Berikut isi surat instruksi PP Muhammadiyah nomor 02/INS/I.0/E/2019 pertanggal 15 Maret 2019 tersebut:

Sejalan dengan prinsip Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan organisasi kemasyarakatan yang non-politik praktis maka diinstruksikan kepada seluruh anggota, kader, dan pimpiman di seluruh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah:

1. Memedomani Kepribadian, Khittah, dan Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menghadapi tahun politik 2019 untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif.

2. Menjaga netralitas institusi Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah termasuk Perguruan Tinggi serta kantor-kantor Muhammadiyah dari segala bentuk kampanye dan kegiatan dukung-mendukung terhadap pasangan calon dan kontestan manapun atau kegiatan politik praktis lainnya dalam kaitan Pemilu 2019.

3. Menjaga kekompakkan, kebersamaan, keutuhan, dan persatuan di seluruh lingkungan Muhammadiyah sebagai hal yang sangat penting dan berharga yang menjadi kekuatan gerakan selama ini.

4. Sesama anggota, kader, dan personal pimpinan di lingkungan Persyarikatan maupun Amal Usaha serta segenap institusi lainnya tetap memelihara persaudaraan, toleransi atau tasamuh, saling memahami, dan lapang hati dalam menghadapi situasi politik serta perbedaan pilihan politik dengan landasan nilai-nilai luhur Ajaran Islam dan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah.

5. Senantiasa menjaga marwah dan prinsip gerakan Muhammadiyah dalam berbagai aspeknya serta janganlah karena urusan politik 2019 membuat terganggu keutuhan, persatuan, dan kebersamaan sesama keluarga besar Persyarikatan.

6. Menjaga keberadaan Muhammadiyah dan lingkungan sekitar tetap kondusif menuju pelaksanaan Pemilu yang demokratis, aman, damai, taat asas, serta terjaga keutuhan bangsa dan negara.

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga