UNBK SMK Hari Pertama di Makassar, 2 Siswa Tak Hadir Karena Menikah

47

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah berlangsung per hari ini untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo langsung terjun ke lapangan mengecek proses ujian berlangsung.

Tiba di SMK 8 Makassar, None sapaan akrab Irman mengecek kondisi fasilitas infrastuktur penunjang UNKB pada empat ruangan kelas yang digunakan.

None hampir tidak menemukan kendala pada pelaksanaan UNBK SMK di SMK tersebut, hanya terdapat dua siswa yang tidak hadir pada sesi pertama di mata pelajaran Bahasan Indonesia.

“Setelah kita tinjau, dari pagi hingga sore, dari sesi pertama hingga sesi ke empat Alhamdulillah tidak ada gangguan,” kata None, Senin (25/3).

Ia mengaku proses minimalisir tingkat kesalahan akibat penunjang alat infrastruktur dapat dirasakan tahun ini. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya di mana pada jam pertama terjadi blank spot yang mengharuskan aplikasi hang selama 9 menit, akibatnya para siswa harus menunggu lama.

“Tahun lalu memang begitu, Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi keluhan dari setiap sekolah, ini group kepsek juga sepi, tidak ada yang panik,” ujarnya.

Sebanyak 40.250 siswa dari 421 sekolah SMK di Sulsel melaksanakan UNBK hari ini, dengan menjawab soal mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Dengan keterbatasan alat komputer, maka setiap sekolah membagi dalam beberapa sesi agar kebutuhan menjawab soal bagi siswa dapat terbackup dengan baik,” paparnya.

Sementara untuk daerah remote area, None mengaku khusus SMK sudah tidak ada lagi, bahkan ia menjamin seluruh SMK sudah mandiri dalam pelaksanaan UNbK. Hanya saja untuk SMA nanti masih ada yang harus pinjam sekolah laksanakan UNBK, terkhusus SMA Swasta di daerah kepulauan.

“Tahun ini, perbedaannya daerah-daerah remote area sudah tidak ada. Khusus SMK sekarang semua mandiri. Memang ada beberapa daerah yang dulu menumpang di sekolah lain karena tidak ada jaringan. Sekarang, Kecamatan Seko dan Limbo, serta Ranpi di Luwu Utara saja kami pastikan 100% ikut UNBK mandiri,” paparnya.

Khusus untuk sekolah di pulau, None mengaku dari 8 pulau yang selama ini selalu menumpang, sekarang hanya tersisa 4 sekolah lagi.

“Ada 4 sekolah dari 8 pulau , sekarang sisa 4, itu memang karena tidak ada sama sekali blankspotnya, Selayar sisa satu pulau. Pokoknya jumlah total yang ikut, 1.333.000, SMK, SMA, SLB, Maderasah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 8, Asnah Baharuddin mengatakan, dua siswinya menyatakan mundur dari kepesertaan peserta ujian karena menikah dan berniat berhenti bersekolah.

“Pada sesi pertama ada dua orang tidak datang memang. Alasannya mengundurkan diri, mereka sudah menikah semua,” kata Asnah ditemui di ruang kerjanya.

Kata Asnah, kedua siswinya itu beralasan malu dan beralasan akan mengikuti suaminya ke daerah lain.

“Mereka malu atau mau ikut suami ke daerah lain. Padahal kita sudah kasih saran tidak apa-apaji ujian karena tidak menjadi syarat,” kata Asnah.

Penulis : Jahir Majid
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga