Tips Sehat, Ini Alasan Kenapa Penyakit TBC Mesti Diwaspadai

89
dr Nevy. (Ist)

SULSELSATU.com, PAREPARE – Tubercolosis atau dikenal dengan TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru, dan mesti mendapat perhatian khusus.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan kematian karena TBC sebesar 107.000 jiwa atau 40 per 100.000 penduduk, dan kematian TB-HIV sebesar 9.600 atau 3,6 per 100.000 ribu penduduk.

Dengan insiden sebesar 842.000 per kasus dan notifikasi kasus TBC sebesar 442.172 kasus, maka masih ada sekitar 47 persen yang belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun tidak terlaporkan di Kemenkes RI

Mengapa TBC perlu dieliminasi

TBC itu menular, arus globalisasi dan transportasi antar negara membuat penyakit ini menjadi ancaman serius.

Ditambah, pengobatan TBC tidak mudah dan murah. Jika tidak ditangani dengan tuntas, maka dapat menyebabkan resistensi.

Terpenting, TBC menular dengan mudah, dapat melalui udara yang berpotensi menyebar kelingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah dan tempat umum lainnya.

Ketahui status TBC mu sejak dini

Setiap orang dapat segera memeriksakan diri bila mempunyai gejala TBC, seperti batuk, demam meriang, berat badan menurun dan sebagainya. Dengan deteksi dini, maka pengobatan yang tepat dapat diberikan, sehingga rantai penularan bagi lingkungan sekitar dapat dihentikan.

Setiap orang dapat berperan dalam pengendalian TBC, memulainya dengan cara Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Tanamkan dalam diri peran aktif dalam mengedukasi, menemukan kasus TBC atau berinisiatif melakukan pemeriksaan ke puskesmas bila mempunyai gejala TBC.

Penyebab TBC

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC atau mycobacterium tuberculosis, yang menyerang tubuh manusia terutama pada paru. TBC ditularkan melalui udara (melalui droplet) atau percikan dahak. Bukan penyakit turunanan dan bukan penyakit kutukan ataupun guna-guna.

Siapa saja bisa terkena TBC, untuk itu investigasi kontak perlu dilakukan kepada setiap pasien TB. Yang beresiko terkena TBC adalah anak- anak, orang dengan HIV/AIDS, lanjut usia, orang dengan kencing manis atau diabetes mellitus dan perokok.

Gejala TBC

Gejala penyakit TBC di antaranya batuk dahak bahkan batuk darah lebih dari dua minggu, nyeri dada atau sesak napas, demam meriang dan badan lemas, nafsu makan turun, berat badan turun, berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan aktivitas.

TBC tidak hanya menyerang organ paru saja, tapi organ lainnya dalam tubuh manusia juga dapat terjangkit. Seperti TBC kelenjar, TBC Usus, TBC tulang belakang dan TBC ovarium.

Penderita TBC dapat disembuhkan jika rutin berobat

Berobat secara rutin dapat menyembuhkan penyakit TBC, dengan resep dan anjuran yang diberikan dokter. Pada prinsipnya, pengobatan diberikan dalam jangka waktu cukup, enam hingga delapan bulan. Pengobatan mesti tuntas agar terhindar dari TBC kebal obat

Cegah TBC

Selain pengobatan untuk penderita, mesti juga dilakukan pencegahan dan perilaku hidup sehat di lingkungan masyarakat. Diantaranya, makan-makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membuka jendela rumah agar mendapatkan sinar matahari yang cukup, menjemur alas tidur agar tidak lembab, mendapatkan suntikan BCG pada bayi untuk menghindari TB berat (meningitis TB dan TB milliar), olahraga teratur dan tidak merokok.

dr Nevy menjelaskan, deteksi dini dan pencegahan penularan Tuberkulosis, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan TBC.

“Setiap tanggal 24 Maret diperingati Hari Tubercolosis se-Dunia secara global. Di mana hari itu bertepatan dengan tanggal Robert Koch menemukan bakteri TBC tersebut,” kata dr Nevy, yang juga merupakan dokter Paru di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare ini.

“Tahun ini, hari Tubercolosis mengusung tema ‘Saatnya Indonesia Mulai Bebas TBC, Mulai Dari Saya’. Dengan harapan, dapat menggerakkan hati setiap orang untuk menyadari bahwa eliminasi TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tapi untuk setiap individu,” jelasnya.

Penulis: Andi Fardi
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Sematkan Rompi Linmas dan ID Card Pemantau TPS, Ini Pesan Taufan

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe,...

Bupati dan Ketua DPRD Sinjai Hadiri Apel Masa Tenang Pemilu Bersama TNI-Polri

SULSELSATU.com, SINJAI - TNI Polri Kabupaten Sinjai menggelar apel...

197 CPNS di Parepare Terima SK

SULSELSATU.com, PAREPARE - Sekitar 197 Calon Pegawai Negeri Sipil...

Baca Juga