JSI: Kepuasan Masyarakat Atas Kinerja Pemkab Gowa Capai 83,3 Persen

60

SULSELSATU.com, GOWA – PT Jaringan Suara Indonesia (JSI) dari hasil survei menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa capai 83,3 persen. Angka ini naik dibanding Februari tahun lalu yang hanya sebesar 81,8 persen.

Ketua JSI, Eka Kusmayadi mengatakan survei yang dilakukan dengan teknis rumah ke rumah dengan sistem tatap muka.

“Survei ini sebagai bentuk perhatian kami terhadap perkembangan kepuasan masyarakat Gowa terhadap kerja-kerja pemerintah. Hasil survei diambil dari 1.050 sampel (masyarakat) pada 18 kecamatan di Gowa,” jelas Eka, Senin, (25/3/2019).

Sementara untuk ketidakpuasan masyarakat, Eka mengatakan dari hasil survei berada pada angka 13,1 persen. Jumlah ini menurun jika dibandingkan pada Februari 2019 lalu sekitar 15,8 persen.

Eka menegaskan, penilaian kinerja ini dipastikan 100 persen dinilai langsung oleh publik. Dari segala segmen mulai dari gender, usia, pendidikan hingga pendapatannya. Namun, ia menilai masih banyak yang perlu didorong lagi melihat hasil ketidakpuasan masyarakat masih diatas 10 persen.

Kesempatan yang berbeda, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, hasil survei yang dilakukan JSI akan menjadi tolak ukur pemerintah. Data tersebut tentunya akan dijadikan referensi untuk peningkatan kinerja kedepan.

“Ada dua isu sentra yang dihasilkan dari survei tersebut yakni persoalan penanganan kinerja dan pembangunan serta perbaikan jalan. Pemkab Gowa akan mencari solusi untuk menekan angka ini. Penyebabnya karena kondisi ekonomi kita saat ini kurang baik,” katanya.

Sementara untuk, menekan angka pengangguran di Gowa Pemkab Gowa mengagas program pengembangan UMKM di setiap desa/kelurahan. Dengan target akan muncul pelaku usaha-usaha baru yang akan menyerap tenaga kerja. Sementara persoalan insfrastruktur dalam hal ini jalan, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari APBD 2019.

“Meski kita telah menganggarkan dana perbaikan dan pembangunan jalan, pengerjaannya tidak bisa mencakup seluruhnya. Karena panjang jalan di Gowa mencapai 2.239 kilometer, sedangkan dana yang dianggarkan hanya bisa mencakup 1.200 kilometer saja, makanya pengerjaan jalan yang kita prioritaskan adalah jalan penghubung antara desa, dan kelurahan,” terangnya.

Bupati Adnan menegaskan, masyarakat juga harus mengetahui beberapa jalan di Gowa secara keseluruhan bukan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Karena ada beberapa jalan adalah jalan nasional dan jalan ruas provinsi.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga