Opini: Tanggung Jawab RS Bila Tenaga Kesehatan Melakukan Malpraktek

Oleh: Dedi Wotu, S. Kep, MH. Kes *

Rumah Sakit (RS) merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Hal ini Sebagaimana tertuang dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 UU No. 44 tahun 2009 tentang RS. Namun bagaimana bila terjadi malpraktik dalam memberikan pelayanan kesehatan?

Aktivitas RS dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terorganisir serta penyediaan berbagai sarana medis dan non medis yang permanen, menyelenggarakan pelayanan medis dan keperawatan secara berkesinambungan, termasuk pelayanan diagnosis dan pengobatan pasien.

RS sendiri dibagi berdasarkan pengelolaannya, dibagi menjadi RS publik dan RS privat. RS publik dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah (Provinsi, Kabupaten) ataupun yang dikelola oleh Badan hukum yang bersifat nirlaba, sehingga RS publik dapat disebut sebagai RS non-komersial.

Sedangakan RS pemerintah diselenggarakan berdasarkan pengelolaan Badan Layanan Umum atau Badan Layanan Daerah. RS yang dikelola oleh pemerintah tidak dapat dialihkan menjadi RS Privat karena sudah diatur pada pasal Pasal 20 UU Rumah Sakit.

Sementara RS Privat (swasta) dikelola oleh badan hukum dengan tujuan profit yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau Persero (Pasal 21 UU Rumah Sakit), sehingga RS privat dapat sebagai RS yang komersial.

Tanggung jawab tenaga Kesehatan di Rumah Sakit

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan pada Pasal 1 angka 6 UU No. 36 tahun 2009.

Berdasarkan ketentuan Pasal 2 (1) PP No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dan Pasal 21 UU Kesehatan, tenaga kesehatan dapat dikelompokkan sesuai dengan keahlian dan kualifikasi yang dimiliki, antara lain: tenaga medis, tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan masyarakat dan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, dan tenaga kesehatan lainnya. Ini Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 12 UU Rumah Sakit.

Di RS terdapat tenaga tetap, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga non-kesehatan. Tenaga kesehatan terdiri dari tenaga medis (dokter dan dokter gigi). Tenaga penunjang medis seperti tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, dan tenaga manajemen rumah sakit. Sedangkan Untuk tenaga nonkesehatan, yaitu: tenaga administrasi; tenaga kebersihan; dan tenaga keamanan.

Tanggungjawab RS Bagi Tenaga Kesehatan Melakukan Tidakan Kelalaian

Tenaga kesehatan yang melakukan kelalaian dapat diartikan juga melakukan Malpraktek. Malpraktek yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, dapat berupa Malpraktek medik dan malpraktek di bidang medik.

Malpraktek di bidang medik, yaitu malpraktek yang dilakukan tenaga kesehatan ketika ia menjalankan profesinya di bidang medik. Dalam hal ini, dapat berupa perbuatan yang disengaja (intentional) seperti pada misconduct tertentu, tindakan kelalaian (negligence), ataupun suatu kekurang mahiran/ketidak kompetenan yang tidak beralasan (unrea-sonable lack of skill), yang mengakibatkan luka, atau menderita kerugian pada pihak yang ditangani.
 
Menurut teori tindakan malpraktek medis terdiri dari tiga. Pertama, Intensional Profesional Misconduct, yaitu dinyatakan bersalah/ buruk berpraktik jika tenaga kesehatan dalam berpraktik melakukan pelanggaran terhadap standar-standard dan dilakukan dengan sengaja. Dokter berpraktik dengan tidak mengindahkan standar-standar dalam aturan yang ada dan tidak ada unsur kealpaan/kelalaian.

Kedua, Negligence atau tidak sengaja/kelalaian, yaitu seorang dokter atau tenaga kesehatan lainnya tindakan karena kelalaiannya (culpa) yang mana berakibat cacat atau meninggalnya pasien. Seorang dokter lalai melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan keilmuan kedokteran. Kategori Malpraktek ini dapat dituntut, atau dapat dihukum, jika terbukti di depan sidang pengadilan. Ketiga, Lack of Skill, yaitu dokter melakukan tindakan medis tetapi diluar kompentesinya atau kurang kompetensinya.

Jika ditinjau dari perspektif hukum maka Malpraktek yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, dapat merupakan criminal malpractice, civil malpractice, dan administrative malpractice. Perbuatan tersebut dapat dikategorikan criminal malpractice, karena tindakan Malpraktek tersebut memenuhi rumusan delik (tindak pidana).

Syarat-syarat criminal malpractice adalah perbuatan tersebut (baik positive act atau pun negative act) harus merupakan perbuatan tercela (actus reus), dan dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea), yaitu berupa kesengajaan (intensional), kecerobohan (reck lessness) atau kealpaan (negligence).
 
Criminal malpractice medic dalam bentuk kesengajaan (intensional), diatur dalam KUHP, dapat berupa tindak pidana penipuan (Pasal 382 KUHP), tindak pidana pembunuhan yang berupa euthanasia (Pasal 344 KUHP), aborsi (Pasal 348; Pasal 349 KUHP), membuat tidak jelas asal usul anak (Pasal 277 KUHP), membuka rahasia jabatan (Pasal 322 KUHP), penghinaan dan penistaan (Pasal 310 – 321 KUHP), pemalsuan surat (Pasal 267, 268 KUHP).

Criminal malpractice medic dalam bentuk kealpaan, kecerobohan, berupa: kelalaian yang menyebabkan kematian (Pasal 359 KUHP), kelalaian yang menyebabkan luka berat (Pasal 360 KUHP), kelalaian waktu menjalankan jabatan (Pasal 361 KUHP). Contohnya, dari criminal malpractice yang sifatnya sengaja (intensinal) antara lain: melakukan aborsi; melakukan euthanasia, membocorkan rahasia kedokteran, dan tidak melakukan pertolongan terhadap seseorang yang sedang dalam keadaan emergensi meskipun tahu bahwa tidak ada dokter lain yang akan menolongnya.

Dari penjelasan tersebut, malpraktek yang dilakukan tenaga kesehatan terdiri malpraktek dalam bidang medis dan malpraktek medis. Pembagian jenis-jenis malprakti yang di lakukan oleh tenaga kesehatan ini, akan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas Malpraktek tersebut. Letak perbedaan antara Malpraktek di bidang medik dengan Malpraktek medik terdapat unsur kejahatan atau perbuatan yang tidak senonoh (misconduct) pada Malpraktek di bidang medik. Dalam Malpraktek medik lebih ke arah adanya kegagalan (failure) dalam memberikan pelayanan medik terhadap pasien. Dengan demikian pengertian Malpraktek di bidang medik pengertiannya lebih luas daripada malpraktek medic.

Implikasi bagi RS dengan Tenaga Kesehatan

Undang-undang RS dibuat untuk lebih memberikan kepastian dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, maupun memberikan perlindungan bagi masyarakat dan perlindungan bagi sumber daya di rumah sakit. Dalam UU RS telah menentukan bahwa RS akan bertanggungjawab secara hukum, jika terjadi kelalaian tenaga kesehatan yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat atau pasien.

Namun demikian, ketentuan itu dapat menimbulkan banyak implikasi praktis atau implikasi aplikasinya, sehubungan dengan ketentuan Pasal 46 UU RS tersebut. Adanya ketentuan RS bertanggungjawab atas kerugian seseorang sebagai akibat tindakan tenaga kesehatan, hal ini sebagai permintaan agar RS bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan oleh petugas profesi bawahannya baik sebagai status tetap maupun tidak tetap, kecuali bagi mereka yang menjalankan tugas profesinya.

Selain itu, ketentuan tentang tanggung jawab RS ini dimaksudkan agar ada jaminan ganti rugi yang harus didapatkan oleh penderita, dan sebagai kontrol agar RS melakukan penghati-hatian. Dengan adanya ketentuan RS bertanggungjawab terhadap kelalaian tenaga kesehatan ini, merupakan genderang pembuka bahwa RS terbuka bagi masyarakat untuk digugat jika masyarakat merasa dirugikan karena tindakan kelalaian tenaga kesehatan.

Tak hanya itu, RS juga dapat dijadikan sebagai subjek hukum, karena badan hukum juga berperan sebagai pendukung hak dan kewajiban. Karena RS sebagai organisasi yang melaksanakan tugas pelayanan kesehatan bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam RS secara umum dibebankan kepada atau direktur RS yang bersangkutan.

Pada hakekatnya, RS sebagai salah satu sarana dan fasilitas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat derajat kesehatan masyarakat.

Maka itu RS dapat dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat beberapa pasal yang dipakai sebagai acuan untuk menjerat tenaga kesehatan, apabila seorang tenaga melaksanakan kewajibannya atau melakukan kejahatan malpraktek. Selain itu, juga adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan dan menegakkan hukum tindak pidana malpraktek yang dilakukan RS melalui upaya non penal (hukum pidana).

Dalam upaya yang harus dilakukan oleh RS dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna dan menjadi bahan tidak berlalut-larut, maka diperlukan pihak RS melakukan tindakan mediasi medis untuk menciptakan win win solution. Jika mekanisme mediasi tak bisa menyelesaikan, baru sanksi pidana yang menyelesaikan sebagai ultimum remedium atau melakukan upaya terakhir. #

* Penulis adalah alumni Pascasarjana Hukum Kesehatan Fakultas Universitas Hasanuddin Makassar

Populer

Pria “Kebal Parang” Tolak Pasar Tamanroya Jeneponto Direlokasi

SULSELSATU.com,JENEPONTO - Sejumlah pedagang menggelar aksi menolak Pasar Tamanroya yang ada di Kelurahan Tamanroya di relokasi ke Pasar Boyong, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea....

Kecewa dengan Pelayanan RS Islam Faisal, Pasien Ini Pulang Tengah Malam

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pelayanan di Rumah Sakit (RS) Islam Faisal, Kota Makassar, membuat kecewa salah seorang pasiennya hingga memilih pulang tengah malam atau dini...

Melahirkan di RSUP Wahidin, Penjaga Pasien Bungkus Bayinya Pakai Kantong Plastik

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin dikagetkan dengan penemuan sesosok bayi yang telah meninggal, Rabu (17/7/2019). "Mayat bayi ditemukan di Ruang...

Tolak Dipoligami, Istri Siram Air Mendidih ke Suami Hingga Meninggal di Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bahtiar (28), warga Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, meninggal dunia usai disiram air panas oleh Aminah (30) yang tak lain adalah istrinya...

SK Bikinan Danny Pomanto Dibatalkan, 1,228 ASN yang Dimutasi Diinstruksikan Kembali

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sebanyak 40 Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) diteken Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto resmi dibatalkan melalui perintah surat...
video

VIDEO: ‘Topi Awan’ Gunung Rinjani Jadi Perhatian Warga

SULSELSATU.com - Awan putih tebal yang melingkari puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/7/2019). Fenomena awan yang menyerupai topi ini jadi ajang...
video

VIDEO: Dapat Orderan Mistis ke Kuburan Driver Ojol di Makassar Kesurupan

SULSELSATU.com - Seorang pria driver ojek online (Ojol) di Makassar, Sulawesi Selatan, kesurupan setelah menjemput orderan fiktif. Menurut rekannya, si pengorder minta dijemput di SD...

Sudah 5 Jam Polda Sulsel Geledah Kantor Bupati Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Penyidik Tipikor Polda Sulsel sudah melakukan penggeledahan 5 jam di Kantor Bupati Jeneponto, Jln. Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto. Penggeledahan dilakukan...

GALERI FOTO: Resmi, Makassar Berlakukan Tilang Elektronik di 15 Titik

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono bersama Wali kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo...

Baca Juga

Hadiri Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi, Ini Harapan Wabup Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Wakil Bupati Wajo, H. Amran SE, membuka Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi yang di laksanakan di...

Dinkes Lutra Targetkan Tak Ada Lagi Warga BAB Sembarangan

SULSELSATU.com, MASAMBA - Dinas Kesehatan Luwu Utara menggelar rapat monitoring dan evaluasi strategi pencapaian ODF di aula Hotel Remaja Indah, Selasa (16/7/2019). ODF atau Open...

Iqbal Suhaeb Bareng Anies Baswedan Nonton Langsung Final Piala Indonesia di GBK

SULSELSATU.com, JAKARTA - Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, beberapa camat dan...

Ketemu di Jakarta, Dokter Onasis dan RMS Bahas Pilwalkot Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Bakal Calon Wali Kota Makassar, Taufiqqulhidayat Ande A Latif kembali bertemu dengan Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan, H. Rusdi Masse (RMS). Pertemuan...

Terbaru

Haris Umar ‘Bakar’ Semangat Calon Paskibraka di Hari Pertama Latihan

SULSELSATU.com, SINJAI- Ketua DPRD, Abd Haris Umar menghadiri penerimaan dan pembukaan pemusatan pelatihan calon paskibraka Kabupaten Sinjai serta pelepasan calon paskibraka Provinsi dan Nasional...

VIDEO: Ingin ke Ghana, Pria Ini Nekat Panjat Sayap Pesawat yang Hendak Terbang

SULSELSATU.com - Seorang pria di Nigeria nekat memanjat sayap pesawat yang akan lepas landas. Aksinya membuat penumpang pesawat Azman Air di Bandara Lagos, Nigeria...

GALERI FOTO: Dompet Dhuafa, DPPPA dan PDGI Gelar Penyuluhan di SD Laniang

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Menyambut Hari Anak Nasional, layanan kesehatan cuma-cuma Dompet Dhuafa Sulsel bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar,...

Hadiri Puncak HUT Adhyaksa ke-59, Ini Harapan Bupati Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, menggelar upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-59 dengan tema "Meningkatkan Pengabdian Demi Kemajuan, Keunggulan, dan Keutuhan...
video

VIDEO: Bupati Sinjai Hadiri Marimpa Salo di Desa Bua

SULSELSATU.com, SINJAI - Marimpa Salo adalah tradisi adat yang syarat akan nilai dan merupakan bagian dari pranata kebudayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Sinjai. Secara terminologi,...