Pengelolaan Objek Wisata Tahura Dianggap Tidak Transparan, Mahasiswa Demo Dispar

41

SULSELSATU.com, SINJAI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Rumah Rakyat Sinjai melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Senin (8/4/2019).

Dalam aksi demo tersebut para mahasiswa ini membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kembalikan Kedudukan Objek Wisata Tahura” dan juga spanduk bertuliskan “Wujudkan Pengelolaan Tahura yang Transparan, Bebaskan Tahura dari Pungli, Wisata Milik Rakyat Bukan Milik Pribadi”.

Para pendemo juga meminta jika ini tidak ditindaklanjuti, mereka meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di copot dari jabatannya. 

“Kalau pemerintah yang pakai tidak membayaran, kalau masyarakat biasa dipersulit. Ini membuktikan bahwa tidak ada keadilan sosial dalam pengelolaannya,” teriak Soleh Solihin dalam orasinya.

Saat orasi di kantor DLHK, para mahasiswa ini diterima oleh Kepala Bidang Pengelolaan Objek Wisata Tahura, Makmur Tasbih. “Kami disini bukan yang membuat aturan atau regulasi,” pungkasnya.

Aksi mahasiswa tersebut berlanjut ke Dinas Pariwisata Sinjai, dalam orasinya disana, para mahasiswa ini memepertanyakan soal pengelolaan objek wisata di Ma’ra di Sinjai Borong yang tidak jelas.

“Masa masyarakat yang hendak ke kebunya, namun harus melewati objek wisata tersebut juga dimintai pembayaran,” kata pendemo.

“Objek wisata milik kepala desa tersebut, setiap yang masuk dikenakan tarif 5000/kepala. Lucunya, karcinya menggunakan karcis pemda, padahal objek wisata ini milik pribadi. Segala pungutan biaya yang dikenakan pejabat publik tanpa regulasi adalah pungli,” sambung Nuralamsyah dalam orasinya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Yuhadi Samad mengatakan bahwa jika ada yang masuk tanpa karcis, kita ganti petugasnya. Pihak kami tidak pernah melegalisir adanya pungli, tentu Kami tidak membenarkan. 

“Kalau ada bukti pungutan luar, bawa kemari kita ganti petugasnya. 

Nanti kita cek dulu, bru kita bisa mengambil kesimpulan,” tegas Yuhadi.

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga