Danny Segera Terbitkan Perwali Smart Kader KB

133

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, berjanji akan segera meluncurkan smart kader KB sebelum masa jabatannya berakhir. Hal ini dimaksudkan guna menunjang Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa/ Kelurahan (PPKBD) lebih professional dalam memberi pendampingan 1,6 juta jiwa lebih penduduk Makassar.

Hal tersebut diutarakannya usai mengukuhkan Institusi Masyarakat PPKBD dan Sub PPKBD se-kota Makassar di kediamannya, Jalan Amirullah, Kamis (11/4/2019).

“Sebelum 8 Mei saya akhiri masa tugas, perkenankan saya menandatangini perwalinya. Isinya kira-kira professionalisme Kader KB, bagaimana penggunaan IT di Posyandu, bagaimana posyandu harus memadai infrastrukturnya, kader posyandu harus betul-betul tidak gaptek, siap menerima android untuk kebutuhan data anak-anak kita,” jelas Danny, sapaannya.

Menurutnya, keberhasilan program KB ikut menentukan lahirnya keluarga berkualitas. Sedangkan Keluarga berkualitas akan melahirkan pemimpin berkualitas untuk bangsa dan negara.

“Kader KB-lah yang menentukan pengendalian penduduk dan menentukan kualitas keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, Zulkifli Nanda, menyampaikan bahwa kader PPKBD dan Sub PPKBD di Makassar saat ini telah mencapai 1149 orang.

“Terdapat satu Kader PPKBD setiap kelurahan, dengan jumlah 153 kelurahan. Untuk sub PPKBD itu setingkat RW satu RW satu kader sub, berjumlah 996 kalau ditotalkan 1149,” kata Zulkifli.

Zulkifli juga menyampaikan beberapa capaian yang telah ditorehkan kader KB Kota Makassar. Tahun lalu sebagai capaian pertama adalah, angka kelahiran di kota Makassar 2,002 persen. Artinya setiap pasangan usia subur di kota ini memiliki 2-3 anak.

“Alhamdulillah sesuai target kita, kalau target nasional 2,008 persen. ini sesuai target, akan tetapi laju pertumbuhan penduduk di kota makassar agak tinggi 1,32 persen artinya terlalu banyak urbanisasi atau migrasi masyarakat datang ke Makassar untuk tinggal,” pungkasnya.

Capaian kedua jumlah penggunaan KB di kota Makassar sebanyak 69,9 persen. Jika diskalakan, apabila kota Makassar memeliki 10 penduduk maka 7 penduduknya sudah ber KB. Penggunaan kontrasepsi, dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sudah mencapai 35 persen penggunaannya. Walau pun kata Zulkifli masih banyak menggunakan non MKJP yaitu suntik.

“Yang paling kecil penggunaanya adalah kondom hanya sekitar 4 persen. lorong KB 200 sudah kami bentuk dalam waktu 1 tahun. Tahun ini tinggal pembinaannya,” tutupnya.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga